Dunia

AS Perpanjang Gencatan Senjata Dengan Iran untuk Dorong Negosiasi

FAJAR METRO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran ingin membuka Selat Hormuz namun tetap menyuarakan penutupan demi menjaga citra di tengah tekanan konflik yang berlangsung.

Dalam pernyataan di platform media sosial Truth Social pada Selasa malam, Trump mengatakan Iran sebenarnya bergantung pada jalur tersebut untuk pendapatan harian dari perdagangan energi.

“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin tetap terbuka agar bisa menghasilkan 500 juta dolar AS per hari. Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya telah memblokade sepenuhnya, jadi mereka sekadar ingin ‘menjaga muka’,” kata Trump.

Ia juga mengklaim bahwa pihaknya menerima pendekatan beberapa hari lalu yang menyebut Iran ingin segera membuka kembali jalur tersebut.

“Jika itu dilakukan, tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kami menghancurkan sisa negara mereka, termasuk para pemimpinnya,” ujarnya.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengumumkan bahwa AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu bagi Teheran menyiapkan “proposal terpadu”, menyusul permintaan pejabat Pakistan.

Pakistan menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada 11–12 April setelah memediasi gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang semula dijadwalkan berakhir Rabu malam waktu Washington.

Upaya untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya masih berlangsung, meski ketidakpastian tetap membayangi.

Dalam unggahan terpisah, Trump juga mengklaim kondisi ekonomi Iran tengah tertekan.

“Iran sedang runtuh secara finansial. Mereka ingin Selat Hormuz segera dibuka—kekurangan uang,” tulisnya.

Ia menambahkan Iran diperkirakan kehilangan sekitar 500 juta dolar AS per hari akibat situasi tersebut, serta menyebut aparat militer dan kepolisian mengeluhkan keterlambatan pembayaran.(YP/AA)