Ekbis

LALU LINTAS KAPAL NELAYAN PADAT, PELABUHAN MUARA ANGKE NYARIS LUMPUH

FAJAR METRO – Kepadatan lalu lintas kapal nelayan terjadi di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Kondisi tersebut menghambat aktivitas pelabuhan dan membuat sejumlah kapal nelayan tidak dapat berangkat melaut.

Pantauan di lokasi menunjukkan kapal-kapal nelayan bertumpuk dan tersusun tidak beraturan. Alur keluar-masuk kapal tertutup oleh penumpukan, sehingga memicu kemacetan dan menyulitkan mobilitas.

Tokoh Masyarakat Nelayan Muara Angke, James Willing, mengatakan kepadatan kapal sebenarnya sudah lama dikeluhkan.

“Dari bulan-bulan kemarin kami sudah menyampaikan ke pengelola bahwa kapal sudah terlalu banyak, tapi tidak ada tindakan,” ujarnya.

Ia menyebut kondisi ini telah berlangsung sejak November 2025. Akibatnya, banyak kapal terpaksa tertahan dan tidak bisa melaut.

“Sekarang sudah tidak memungkinkan, banyak kapal yang tidak bisa berangkat ke laut,” katanya.

Penumpukan kapal juga menimbulkan kekhawatiran dari sisi keselamatan, khususnya risiko kebakaran.

“Total kapal di Muara Angke sekitar 2.500. Kalau terjadi kebakaran, mau lari ke mana?” ucap James.

Aktivitas kapal di pelabuhan tergolong tinggi. Dalam satu waktu, kapal yang masuk bisa mencapai 50 hingga 100 unit.

Kondisi ini membuat nelayan kerap harus menggeser kapal lain agar bisa keluar atau masuk pelabuhan.

“Alur keluar-masuk sudah semerawut dan melintang, itu yang jadi kendala,” katanya.

Meski ronda malam rutin dilakukan bersama aparat kepolisian dan petugas ketertiban, James menilai upaya tersebut belum menyentuh akar persoalan.

“Ronda ada, imbauan ada, tapi masalah penumpukan kapal tetap,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak ekonomi juga dirasakan nelayan karena ada yang sudah sepuluh hari hingga dua pekan tidak bisa melaut.

Nelayan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menata lalu lintas dan penempatan kapal agar aktivitas pelabuhan kembali normal.

(Yp/tim)