Masyhuril: Muktamar XXIII Al Washliyah di Jakarta Fokus Peningkatan Ekonomi Umat
FAJAR METRO – Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) yang akan digelar di Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, pada 07-10 Juli 2026/22-25 Muharam 1448 H, sementara musyawarah tertinggi organisasi itu mengusung tema, ‘Berkhidmat Untuk Umat Menuju Indonesia Maju,’
Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, Dr.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM mengemukakan hal tersebut kepada sejumlah wartawan online di Jakarta, Jumat 08 Mei 2026/21 Dzulkaedah 1447 H, fokus muktamar XXIII tahun ini adalah peningkatan ekonomi umat. Menurut dia, ekonomi umat Islam sekarang ini masih lemah, yang akan dikhawatirkan menggoyah aqidah dan keimanan.
”Al Washliyah menilai bahwa ekonomi umat yang lemah dikhawatirkan dapat membuat akidah mereka mudah goyah. Untuk itu penguatan ekonomi umat dipandang penting,” ujar Masyhuril kepada pers.
Gerakan penguatan ekonomi umat, kata orang nomor satu di jajaran Al Washliyah ini, harus menjadi perhatian untuk menjaga akidah umat, selain membenahi akidah dan akhlak.
“Kita harus membenahi umat kita. Gerakan penguatan ekonomi juga harus menjadi perhatian utama untuk membentengi umat kita. Karena umat yang miskin dan lemah cenderung mudah terpengaruh (goyah) akidahnya. Untuk itu umat harus kuat secara ekonomi,” tegas Masyhuril.
Upaya yang harus dilakukan Al Washliyah, sebagai Ormas Islam di Indonesia ini, yaitu melalui gerakan menguatkan ekonomi umat, dengan memasukkan kurikulum entrepreneur (wirausahawan) di setiap Lembaga pendidikan Al Washliyah. Entrepreneur adalah materi yang harus disampaikan kepada peserta didik di sekolah-sekolah. “Pola pikir peserta didik yang pertama kali diubah agar punya pola pikir entrepreneur,” kata Masyhuril Khamis, yang juga Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini.
Seandainya mereka lulus sekolah tidak bisa melanjutkan ke bangku kuliah karena terkendala biaya, tapi mereka sudah punya pola pikir entrepreneur. Diharapkan mereka bisa berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Disebutkannya, sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga, juga sebagian besar pengusaha. ”Jadi dalam Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah, akan dibicarakan bagaimana teknisnya dalam pelaksanaan gerakan menguatkan ekonomi umat. Dai-dai di pedesaan saatnya nanti akan diupayakan menjadi pelaku ekonomi di lapangan,” ucap Masyhuril, yang juga Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat.
Muktamar XXIII Al Washliyah ini direncanakan dibuka Presiden Prabowo Subianto. Muktamar diprediksi diikuti seribu orang lebih, terdiri dari 38 pengurus wilayah se-Indonesia, 254 pengurus kabupaten/kota se-Indonesia, 9 pengurus perwakilan luar negeri, 7 organisasi bagian, PB Al Washliyah. Kemudian Dewan Fatwa, Dewan Pertimbangan, Dewan Pakar, Dewan Kehormatan dan lainnya.
Kemudian pada Muktamar XXIII Al Washliyah ini, Pimpinan Pusat Muslimat Al Washliyah juga mengadakan muktamar tersendiri. Tempat dan waktunya diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan muktamar Al Washliyah, diikuti dari 33 wilayah muslimat se–Indoesia
Untuk diketahui, rangkaian kegiatan Muktamar XXIII Al Washliyah ditandai dengan penyelenggaraan Halaqoh Ulama Internasional. (ad/sir)



