Vina Panduwinata Melayat Ke Rumah Duka Almarhum Guruh Soekarno Putra, Beliau Suka Makan Kepiting Dimasa Hidupnya
Jakarta, Diva pop Indonesia, Vina Panduwinata, turut melayat ke rumah duka almarhum Guruh Soekarno Putra di kawasan Sriwijaya 26, Kebayoran Baru, Jakata Selatan pada Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Vina tak kuasa menahan kesedihannya saat mengingat interaksi terakhirnya bersama almarhum.
Wanita yang akrab disapa Mama Ina ini mengungkapkan sebuah cerita haru mengenai Guruh Soekarnoputrayang gemar menyantap makanan laut, terutama kepiting yang kerap ia kirimkan.
Baca juga: Kenang Guruh Soekarnoputra, Addie MS Kagumi Semangat dan Konsistensi Sang Maestro
Dalam pertemuan terakhir sebelum Guruh jatuh sakit, almarhum sempat menitipkan pesan khusus yang hingga kini terus terngiang di benak Mama Ina.”Ada satu yang luar biasa pada terakhir ketemu, Mas Guruh tuh bilang, Na, jangan lupa lho kepitingnya. Karena beliau tuh senang banget kepiting yang aku suka kirim,” kenang Vina Panduwinata.
Penyanyi kenamaan itu menceritakan bahwa kakak almarhum, Sukmawati Soekarnoputri, bahkan sempat mengingatkannya untuk tidak memberi porsi berlebih mengingat kondisi kesehatan sang adik.”Mbak Sukma-nya bilang, Jangan banyak-banyak lho, Na. Kalau kamu ngasih kepiting, kasihan adikku kan sakit. Gitu, jadi nggak boleh banyak-banyak,” beber Mama Ina.
Rasa sesal pun tak bisa ia sembunyikan. Pasalnya, sebelum ia sempat mengirimkan kepiting pesanan mendiang, kondisi Guruh terlanjur menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.”Aku sedih juga, aku belum sempat pesenin kepitingnya, beliau udah sakit terus sudah pergi,” tuturnya.
Kendati demikian, Mama Ina mencoba ikhlas dan bersyukur pernah diberi kesempatan untuk membuat mendiang tersenyum semasa hidup lewat makanan favoritnya.
“Tapi aku bersyukur bahwa aku bisa dikatakan udah berkali-kali membuat dia senyum, bahagia dengan aku kirimin kepiting. Ya pokoknya Mas Guruh, entar saya kirimin kepiting di sana,” tutup Vina.Putra Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, Guruh Soekarnoputra dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 usai mengalami kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit (RS) Siloam, Jakarta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan Guruh meninggal pukul 04.16 WIB.”Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta,” ujar Hasto dalam keterangannya, Sabtu, 26 September 2026.Hasto pun meminta agar seluruh pihak membukakan pintu maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan Guruh.
“Selanjutnya mohon doa, semoga almarhum husnul khotimah serta Allah SWT menerima semua amal ibadahnya, diampuni dan dihapuskan segala dosa dosa dan menempatkannya di tempat yang terbaik di sisinya,” kata Hasto
“Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi almarhum dengan protokol partai,” imbuhnya.Diberitakan sebelumnya, Guruh disebut telah menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih dua minggu.
Selama menjalani perawatan, kondisi Guruh masih membutuhkan pengawasan intensif dari tim dokter. Hingga kini, budayawan berusia 73 tahun tersebut juga belum sadarkan diri.
Kabar mengenai kondisi Guruh disampaikan oleh keponakannya, Didi Mahardika, pada Kamis 24 September 2026. Ia mengatakan sang paman masih berada dalam penanganan tim medis di RS Siloam Semanggi, Jakarta.
Presiden Prabowo disebut memberikan perhatian terhadap kondisi Guruh dan meminta agar penanganan terhadap tokoh budaya tersebut dilakukan secara intensif.
“Sudah diapresiasi dari Bapak Presiden agar ditangani secara intensif mengingat beliau adalah salah satu budayawan dan pelaku sejarah Indonesia,” kata dia.
Guruh merupakan putra Soekarno dan Fatmawati. Selain dikenal sebagai bagian dari keluarga Presiden pertama RI, ia juga dikenal sebagai seniman dan budayawan yang memiliki perjalanan panjang di dunia seni Indonesia.


