PARTANGIANGAN BORSAK MANGATASI NABABAN SEJABODETABEK KE-71 Tahun, USUNG SUBTEMA BERTUMBUH DALAM KASIH KRISTUS
Jakarta, Keluarga Besar Nababan bersama pomparan (keturunan) Borsak Nababan, boru, bere, dan ibebere se-Jabodetabek menggelar acara Partangiangan ke-71 pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mulai Raja, Jakarta Timur, dengan mengusung subtema “Bertumbuh Dalam Kasih Kristus.”
Pesta Partangiangan tahun ini diketuai oleh Dr.dr.Unedo Hence Markus S Nababan Sp.OG,SubSp.Onk.
Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Nababan untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat iman, serta menumbuhkan kebersamaan dalam kasih Kristus.
Kegiatan partangiangan ini juga menjadi wadah bagi keluarga besar untuk memelihara nilai-nilai kekeluargaan, memperkuat hubungan antargenerasi, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Insan Pers Diundang untuk Mendukung Publikasi Kegiatan
Kehadiran insan pers dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya publikasi kepada masyarakat mengenai aktivitas keagamaan dan kebersamaan keluarga besar Nababan se-Jabodetabek.
Undangan kepada insan pers disampaikan melalui perwakilan keluarga besar Nababan, Ibu Labora Nababan SE.
Undangan tersebut mendapat sambutan positif, sehingga insan pers turut hadir untuk mendukung publikasi kegiatan dan menginformasikan momentum kebersamaan keluarga besar tersebut kepada khalayak luas.

Melalui publikasi media, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan, iman, dan persaudaraan.
Makna Subtema “Bertumbuh Dalam Kasih Kristus”
Subtema “Bertumbuh Dalam Kasih Kristus” mengandung makna bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk terus bertumbuh dalam iman, karakter, dan kehidupan rohani dengan menjadikan kasih Yesus Kristus sebagai dasar dalam berpikir, berkata-kata, bertindak, serta membangun hubungan dengan sesama.”
Dalam konteks Partangiangan ke-71 tahun, subtema ini mengajak seluruh keluarga besar untuk tidak hanya mempererat hubungan kekerabatan, tetapi juga mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling mengasihi, menghormati, mengampuni, dan membantu satu sama lain.
Pertumbuhan dalam kasih Kristus diharapkan dapat menjadi landasan bagi terciptanya keluarga yang harmonis, saling mendukung, dan senantiasa mengutamakan nilai-nilai Kristiani.
Manfaat dan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Partangiangan ke-71 diharapkan memberikan sejumlah manfaat bagi keluarga besar Nababan dan seluruh pomparan yang hadir.
Pertama, meningkatkan iman kepada Tuhan serta memperdalam penghayatan terhadap kasih Kristus dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.
Kedua, mempererat persaudaraan dan kebersamaan antara keluarga besar Nababan, boru, bere, dan ibebere se-Jabodetabek.
Ketiga, menanamkan nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Keempat, memperkuat persatuan keluarga agar tetap terpelihara di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Kelima, mendorong setiap anggota keluarga untuk menggunakan talenta, kemampuan, dan kesempatan yang dimiliki sebagai bentuk rasa syukur serta pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Adapun tujuan utama kegiatan ini adalah menjadikan Partangiangan sebagai sarana pertumbuhan iman, penguatan hubungan kekeluargaan, dan perwujudan kasih Kristus secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Penerapan Nilai-Nilai Kristiani dalam Kehidupan Keluarga
Subtema yang diangkat juga mengandung pesan agar nilai-nilai Kristiani tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diterapkan dalam kehidupan nyata.
Kasih diwujudkan melalui kepedulian dan kesediaan membantu sesama anggota keluarga.
Persaudaraan dipelihara dengan membangun komunikasi yang baik, menghargai perbedaan, serta menjaga hubungan antarkerabat.
Kerendahan hati ditunjukkan melalui kesediaan mengakui kekurangan, meminta maaf, dan mengampuni.
Kesabaran diwujudkan dengan menghadapi persoalan keluarga secara bijaksana dan mengutamakan penyelesaian yang damai.
Rasa syukur dinyatakan melalui penggunaan berkat dan talenta untuk hal-hal yang bermanfaat serta memuliakan Tuhan.
Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, keluarga besar diharapkan semakin kokoh dalam iman sekaligus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial.
Meneguhkan Persaudaraan dalam Kasih Kristus
Partangiangan ke-71 Keluarga Besar Nababan se-Jabodetabek diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ikatan kekeluargaan sekaligus memperbarui komitmen untuk hidup dalam kasih Kristus.
Melalui kegiatan ini, seluruh keluarga besar diajak untuk terus memelihara persatuan, menumbuhkan kepedulian, dan menjadikan iman sebagai dasar dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Pada akhirnya, makna pertumbuhan dalam kasih Kristus tidak hanya terlihat dalam kebersamaan saat acara berlangsung, tetapi juga melalui tindakan nyata setelah kegiatan berakhir.
Hari Kasih, persaudaraan, dan kepedulian diharapkan terus hidup dalam keluarga serta menjadi berkat bagi lingkungan masyarakat.
“Bertumbuh Dalam Kasih Kristus” bukan sekadar subtema, melainkan panggilan untuk semakin dewasa dalam iman, semakin erat dalam persaudaraan, dan semakin nyata dalam mengasihi sesama.
![]()


