Eksklusif: Luna Maya Batasi Proyek 2026, Fokus Penuh pada Prekuel ‘Suzzanna’ Tanpa Sosok Hantu
Jakarta, Setelah jadwal padat yang mendominasi layar lebar sepanjang 2025, Luna Maya mengambil langkah strategis berbeda tahun ini. Aktris papan atas tersebut mengonfirmasi hanya akan tampil dalam satu judul film sepanjang 2026, yakni instalasi terbaru dari waralaba horor Soraya Intercine Films, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Keputusan ini menjadikan film tersebut sebagai satu-satunya tontonan yang menampilkan Luna Maya tahun ini, sebuah pertaruhan besar yang menempatkan sorotan penuh pada performanya dalam menghidupkan kembali legenda Ratu Horor Indonesia.
Ini menandai kali ketiga Luna memerankan karakter Suzzanna, namun dengan pendekatan kreatif yang berbeda secara fundamental. Jika pada Bernapas dalam Kubur (2018) dan Malam Jumat Kliwon (2023) narasi berpusat pada entitas supranatural, kali ini Luna tidak akan memerankan hantu atau sundel bolong.
“Di film ini bisa dibilang aku lebih senang karena tidak jadi hantu. Suzzanna berperan sebagai manusia penuh dari awal sampai akhir. Itu diferensiasi utama dari film-film sebelumnya,” ungkap Luna dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/2).
Langkah Soraya Intercine Films untuk menyatukan dua nama besar industri juga terlihat jelas. Luna akan beradu akting dengan pemenang enam Piala Citra FFI, Reza Rahadian, yang berperan sebagai Pramuja.
Luna menekankan bahwa tantangan terbesar dalam peran “manusia” ini adalah menjaga aura atau marwah mendiang Suzzanna tanpa bantuan efek visual hantu. Fokus utamanya terletak pada detail teknis keaktoran seperti vokal dan gestur.
“Bunda Suzzanna punya ciri khas dalam berakting, terutama penekanan intonasi dan pelafalan konsonan huruf tertentu. Saya banyak mendengarkan kembali arsip dialog beliau untuk menangkap nuansa tersebut,” jelasnya.
Secara komersial, film ini memegang beban ekspektasi tinggi. Waralaba Suzzanna di bawah asuhan produser Sunil Soraya memiliki rekam jejak blockbuster, dengan film pertama meraih lebih dari 3 juta penonton dan sekuelnya menembus angka 2 juta. Dengan slot tayang utama pada Lebaran 2026, Luna berharap film tunggalnya tahun ini dapat menarik basis penonton keluarga yang masif.
“Tahun 2026 ini, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa jadi satu-satunya film saya. Belum ada rencana lain, jadi ini momen yang krusial,” tambah Luna.
Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dengan naskah yang ditulis oleh tim yang terdiri dari Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Cerita berfokus pada balas dendam Suzzanna terhadap Bisman, penguasa desa kejam yang diperankan oleh suami mendiang Suzzanna di kehidupan nyata, Clift Sangra.
Jajaran pemain pendukung juga diisi oleh nama-nama veteran industri seperti Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, dan Piet Pagau, serta penampilan dari Nai Djenar Maesa Ayu dan Iwa K.



