EkbisGayahidupPendidikan

Ketua Umum Kadin DK Jakarta Hj. Diana Dewi Ingatkan Membangun Jakarta Berkemajuan Fisik dan Berkeadaban

FAJAR METRO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) ke 3 yang berlangsung selama dua hari, 18-19 Agustus 2026.

Dalam Laporannya Ketua Panitia KH Moch Idrus, menerangkan kegiatan strategis ini dihadiri oleh 200 peserta yang mewakili berbagai elemen strategis, meliputi Dewan Pertimbangan MUI Provinsi DKI Jakarta, Pengurus MUI Provinsi DKI Jakarta, utusan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam se-DKI Jakarta delegasi MUI dari lima kota administrasi dan Kabupaten,

Dalam kegiatan ini Ketua Umum Kadin DK Jakarta Hj. Diana Dewi berkesempatan menjadi salah satu narasumber dalam Musyawarah Kerja Daerah MUI DKI Jakarta, berbagi pandangan bersama para tokoh dari berbagai bidang tentang arah Jakarta menuju usianya yang kelima abad.

Diana Dewi memaparkan diskusi seperti ini selalu berharga, karena mempertemukan banyak sudut pandang dalam satu meja: Regulasi, ekonomi, moderasi beragama, hingga ketertiban masyarakat.”

“Semuanya bermuara pada satu tujuan yang sama: menghadirkan Jakarta yang maju, tertib, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebaikan.”

“Kemajuan sebuah kota tidak pernah cukup diukur dari pembangunan fisiknya saja. Kota yang benar-benar maju adalah yang tumbuh bersama nilai, budaya, dan akar keagamaan yang menjaganya tetap berkeadaban.” Jelas Diana Dewi.

Selanjutnya Diana Dewi berharap semoga apa yang dirumuskan benar-benar membawa kemaslahatan bagi warga Jakarta.

Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. Muhammad Faiz mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan momentum krusial untuk melakukan konsolidasi dan penajaman arah khidmah MUI.

Di tengah dinamika Jakarta yang terus berkembang, MUI dituntut untuk tidak hanya responsif terhadap persoalan keumatan, tetapi juga hadir dengan pandangan keagamaan yang mencerahkan, moderat, solutif, dan relevan.

“Jakarta sedang menapaki perjalanan menuju lima abad. Momentum bersejarah ini harus kita maknai bukan sekadar sebagai perayaan usia kota, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat kontribusi umat dalam membangun Jakarta yang maju, berkeadaban, tertib, inklusif, berkelanjutan, dan tetap berakar pada nilai-nilai agama dan budaya,” ujar Kyai Faiz.

Menutup sambutannya, KH. Muhammad Faiz mengharapkan agar hasil Mukerda tahun ini tidak berhenti pada tataran rekomendasi di atas kertas.

“Mari kita bangun sinergi dengan para cendekiawan, ormas, dunia pendidikan, ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan Jakarta yang sejahtera, damai, dan makmur. Semoga Mukerda ini melahirkan keputusan terbaik yang semakin memperkuat khidmat MUI DKI Jakarta,” pungkasnya.

Dalam Mukerda ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang, yaitu Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta H. Adib, Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, Guru Besar dan Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh dan Komjen Pol. (Purn.) Boy Rafli Amar.

Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga dalam merumuskan rekomendasi yang menjawab tantangan kehidupan perkotaan, mulai dari aspek regulasi, ekonomi syariah, moderasi beragama, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat.(YP)