Dunia

Ukraina: Setidaknya 13 Orang Tewas dalam Serangan Besar Rusia ke Kiev

FAJAR METRO – Sedikitnya 13 orang tewas dan 86 lainnya terluka dalam serangan udara Rusia ke ibu kota Ukraina, Kiev, pada Kamis dini hari, menurut otoritas Ukraina.

Layanan Darurat Negara Ukraina (DSNS) melalui media sosial menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi-lokasi yang terdampak serangan. DSNS juga melaporkan sebanyak 34 orang berhasil diselamatkan dari area yang terkena serangan.

Wali Kota Kiev Vitaliy Klitschko mengatakan jumlah korban luka akibat serangan tersebut telah mencapai 86 orang.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan militernya melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal presisi jarak jauh yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut, serta drone tempur ke sejumlah sasaran militer di Kiev, wilayah Kiev, Dnipropetrovsk, Poltava, Cherkasy, dan Chernihiv.

Moskow menyebut serangan itu dilakukan sebagai balasan atas apa yang disebut sebagai “serangan teror” Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia.

Menurut Rusia, sasaran yang dihantam di Kiev antara lain fasilitas perusahaan Radioniks yang memproduksi sistem kendali rudal jelajah jarak jauh Flamingo, rudal operasional-taktis Fire Point-7 dan Fire Point-9, rudal berpemandu Neptun-MD, serta sistem kendali rudal pertahanan udara.

Rusia juga mengklaim menghantam fasilitas produksi drone jarak jauh An-196 Lyutyi milik Atlon Avia, pabrik Antonov yang memproduksi dan memodernisasi pesawat militer serta drone jarak jauh, fasilitas pembuat komponen elektronik untuk sistem bidik tank dan drone tempur, pabrik sistem peperangan elektronik, pusat logistik penyimpanan drone dan amunisi, depot bahan bakar bagi garnisun Kiev, serta stasiun distribusi gas yang memasok industri pertahanan Ukraina.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia akan terus meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Ukraina untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ia juga menegaskan serangan hanya ditujukan pada sasaran militer atau yang terkait militer serta menuduh Eropa terus meningkatkan eskalasi dengan Moskow.

Sementara itu, Gubernur Nizhny Novgorod Gleb Nikitin mengatakan satu warga sipil tewas setelah puing drone Ukraina yang ditembak jatuh merusak fasilitas industri dan sejumlah bangunan. Ia menambahkan sistem pertahanan udara Rusia berhasil menghancurkan 30 drone Ukraina di wilayah tersebut.

Di Belgorod, otoritas setempat melaporkan dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka akibat serangan drone Ukraina. Otoritas menyebut 64 permukiman di 16 distrik menjadi sasaran serangan rudal dan drone dalam sehari terakhir.

Pejabat yang ditunjuk Rusia di wilayah Zaporizhzhia, Yevgeny Balitskiy, juga mengatakan dua pekerja tewas akibat serangan drone Ukraina saat melakukan perbaikan jaringan listrik.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sebanyak 327 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh atau dihancurkan di berbagai wilayah Rusia sepanjang malam, terutama di sekitar Moskow.

Di pihak lain, Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan 74 rudal berbagai jenis, termasuk rudal jelajah, balistik, dan hipersonik, serta 496 drone dalam serangan ke berbagai wilayah Ukraina. Menurut Kiev, sistem pertahanan udara berhasil mencegat 48 rudal dan 476 drone.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sekitar 20 lokasi di Kiev mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Ia menyebut sebagian besar sasaran merupakan bangunan tempat tinggal, selain pusat layanan darurat, lembaga penelitian, hotel, dan sejumlah fasilitas usaha.

Zelenskyy mengatakan jumlah korban luka telah melampaui 90 orang dan menambahkan lima orang, termasuk seorang anak, juga terluka dalam serangan di Kharkiv.

Pemerintah Kota Kiev menetapkan 3 Juli sebagai hari berkabung untuk mengenang para korban serangan udara Rusia tersebut.(RA)