Politik

Lestari Moerdijat: Butuh Kepedulian Bersama untuk Bangkitkan Semangat Penderita Kanker

FAJAR METRO – Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya membangkitkan semangat penderita dalam berjuang melawan kanker.

“Tema “LOVE” yang diangkat pada pameran ini bukan sebagai simbol romantisme, tetapi lebih sebagai fondasi yang memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menghadapi ujian, seperti yang dialami para penderita kanker,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat memberi sambutan pada Pembukaan Lelang dan Pameran Lukisan Solo bertema “L O V E” karya pelukis Sonja Irawaty di Midaz Senayan and Golf, Jakarta, Sabtu (14/2).

Kepedulian Sosial Penting bagi Penderita Kanker

Lukisan-lukisan Sonja terinspirasi dari kisah-kisah orang di sekitarnya yang terkena kanker.

Menurut Lestari, cinta yang diekspresikan dalam bentuk lukisan oleh Sonja mampu membangkitkan kekuatan bagi masyarakat untuk peduli kepada para penderita kanker.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berharap cinta yang direfleksikan lewat lukisan dapat menebar semangat kemanusiaan bagi kita semua.

“Dengan cinta kita bisa bangkit dan memberi jalan bagi masyarakat agar mampu menebar kebaikan bagi sesama,” ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Pada kesempatan itu, Rerie juga mengapresiasi upaya Sonja yang ikut membantu teman-teman penyintas kanker di Pantai Utara Jawa melalui Pantura Cancer Community (Pancacom).

Tingkatkan Pemahaman Masyarakat terkait Penanganan Kanker yang Tepat

Kemampuan storytelling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam penanganan kanker.

“Seorang penyintas kanker, seperti saya, memiliki kemampuan untuk menceritakan perjalanan pengobatan kanker yang dialami untuk meyakinkan masyarakat terkait pentingnya penanganan medis dalam mengatasi kanker,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat berbicara pada acara World Cancer Day 2026 “United by Unique: Empowering Frontliners to Promote Cancer Awareness and Early Detection” di Gedung ICTEC RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (5/2).

Storytelling sebagai Pendukung Penanganan Kanker yang Tepat

Menurut Lestari, kemampuan storytelling atau bercerita sangat efektif untuk menyampaikan fakta-fakta terkait kanker agar mudah dipahami masyarakat.

Angka kematian akibat kanker, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, tidak akan mudah dipahami bila tidak disajikan dalam bentuk narasi yang kuat.

Menurut Rerie, bagaimana angka kematian bisa diceritakan dengan baik, bagaimana pentingnya deteksi dini dalam upaya menekan angka kematian, harus bisa menjadi pemahaman masyarakat melalui bangunan narasi yang disampaikan secara luas dalam konteks penanganan kanker.

Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan storytelling atau bercerita kepada komunitas penyintas kanker dan tenaga kesehatan, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI, merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat untuk mengatasi kanker dengan cara yang tepat.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengobatan yang tepat dan deteksi dini kanker mendapatkan dukungan semua pihak, sebagai bagian upaya menekan angka kematian akibat kanker di tanah air dalam penanganan kanker.

Gencarkan Edukasi Pengobatan Medis bagi Penyintas Kanker Payudara

Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk Soal Jawab Seputar Kanker Payudara yang ditulis oleh dr. Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi pengobatan medis dalam menyembuhkan penyintas kanker payudara.

“Tantangan utama kita adalah bagaimana memberikan edukasi agar tidak terjebak pada keinginan untuk menyembuhkan diri melalui jalan-jalan alternatif, sementara pemerintah sudah memberikan kesempatan dengan terbukanya akses pengobatan melalui BPJS,” ujar Lestari dalam peluncuran buku tersebut di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Sabtu (25/10).

Buku Panduan Medis bagi Penyintas Kanker Payudara

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II (Demak, Kudus, Jepara) itu mengungkapkan bahwa buku tersebut dapat menjadi sumber penuntun yang kredibel bagi para penyintas dalam mengambil langkah medis.

“Dokter Inez memberikan banyak sekali masukan kepada kami, memberikan banyak sekali tips dan dorongan bagi para perempuan untuk berani mengambil langkah menyelesaikan permasalahan melalui jalur kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Lestari, terdapat sejumlah masalah yang dihadapi para penyintas kanker payudara, seperti keterbatasan pengetahuan hingga keterlambatan pengobatan melalui jalur medis.

Buku Soal Jawab Seputar Kanker Payudara, kata Rerie (sapaan akrab Lestari Moerdijat), dapat menjadi pencerah pengetahuan dan mendorong para penyintas agar segera menempuh pengobatan secara medis.

“Salah satu masalah yang kita hadapi saat ini, dan rasanya turut menyumbang pada tingginya angka kematian, adalah keterbatasan pengetahuan dan keterlambatan pengobatan. Data dan angka selalu ada di hadapan kita, tetapi bagaimana kita kemudian bisa mengatasinya menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” ujar Rerie.

“Keterbatasan pengetahuan dan keterlambatan pengobatan pastinya akan berdampak pada kehidupan dan perjalanan pasien,” lanjutnya.

Untuk itu, dengan hadirnya buku tersebut diharapkan dapat menjadi oase di tengah keterbatasan sumber informasi yang kredibel dan dapat menuntun para penyintas kanker payudara untuk pulih.

“Hari ini kita tentunya berbahagia karena buku ini hadir di tengah-tengah kita. Sebanyak 300 buku tersebut kami edarkan kepada para penyintas di Jawa Tengah. Mereka sangat berbahagia karena inilah yang mereka tunggu-tunggu,” pungkasnya.

(RA)