WISUDA I PENDIDIKAN GURU AL-QUR’AN JEJARING MITRA RQ IKADI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2026

FAJAR METRO – Dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan Guru Al-Qur’an (PGA ), Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kabupaten Karawang bersama Jejaring Mitra Rumah Qur’an IKADI (JEMARI) menggelar penganugerahan Wisuda Maha Santri Pendidikan Guru Al-Qur’an (PGA) Kabupaten Karawang Jawa Barat, berlangsung di Hotel Brits Karawang Jl. Arteri Jalan Tarumanagara.Kav. 8 Sukamakmur Telukjambe Timur -6, 305731 No.107.278709, Karawang, Jawa Barat 41361, Sabtu (21/2/2026).
Acara dihadiri oleh Ketua IKADI Provinsi Jawa Barat Dr. (HC.) K.H. Arif Ramdani, Lc., MH, Ketua IKADI Kabupaten KARAWANG KH. Uus Mauludin, MA, Ketua MUI Kab. Karawang DR. KH. Tajuddin Nur, M.Pd.I,q Kepala Kemenag Kab. Karawang diwakilkan Sekretaris Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, Ketua JEMARI Kab. Karawang Wahyu Wulandari, S.Pd, Syeh Taher Fathouh dari Palestina, Guru-guru Pengajar RQ se Kabupaten Karawang dan Undangan lainnya.
Kepada Media Ketua JEMARI Kab. Karawang Wahyu Wulandari menceritakan tentang sejarah berdirinya JEMARI di Kabupaten Karawang dan support dari Pengurus IKADI.
“Awal mula berdirinya JEMARI ini adalah untuk mewadahi Rumah Qur’an-Rumah Qur’an yang belum memiliki izin operasional, sehingga akan berisiko ke depannya.” Papar Ketua Wahyu Wulandari.
“Maka kami para Rumah Qur’an yang saat ini berada di Karawang bermitra dengan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) untuk disupport dalam tiga hal, yaitu legalitas, kemudian kualitas, dan viralitas. Sehingga guru-guru Qur’an yang ada di Rumah Qur’an daerah Karawang ini memiliki standar yang sama, kualitas yang baik, dan juga memiliki legalitas.” Jelas Ketua Wahyu.
“Harapan kami, ini adalah wisuda pertama, akan ada wisudawan-wisudawati selanjutnya dengan masa belajar selama satu tahun, yaitu mempelajari lima hal. Pertama adalah Kitabah, kemudian Matan Jazari, Sanad Al-fatihah, Talaqi Bersanad juz’ 30, kemudian Tarjim Metode Tamyiz, sehingga semua guru-guru Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan cara membaca, tetapi juga mengajarkan kepada peserta didiknya apa isi dan kandungan dari Al-Qur’an.” Lanjutnya.
“Kita berharap Al-Qur’an tidak hanya menjadi sekedar bacaan, tetapi juga bisa diaplikasikan dalam bentuk Akhlak dan ‘Amal sehari-hari.” Tutup Ketua Wahyu Wulandari.
Ditempat yang sama Ketua IKADI Kabupaten Karawang KH. Uus Mauludin, MA yang masih dalam kondisi penyembuhan kesehatannya mendo’akan sukses acara Wisuda I JEMARI pada tahun 2026 ini, juga mendo’akan kesehatan Ketua MUI Kabupaten Karawang DR. KH. Tajuddin Nur, M.Pd.I.
“Kita doakan semoga beliau senantiasa sehat wal afiat dan terus membimbing dan mengarahkan program-program IKADI Kabupaten Karawang sehingga ke’ulamaan di majelis ulama akan terus juga dialirkan dan diwariskan kepada da’i-da’i yang ada di IKADI wa bil khusus seluruh guru-guru Alquran yang hari ini diwisuda.” Jelas Ketua KH. Uus Mauludin.
Ditegaskan oleh KH. Uus Mauludin bahwa wisuda bukan berarti kegiatan kita selesai akan tetapi justru wisuda adalah awal dimana kita semuanya siap mengabdi lebih luas lagi di tengah-tengah masyarakat wabil khusus di Kabupaten Karawang.
Senada dengan itu Ketua MUI Kabupaten Karawang DR. KH. Tajuddin Nur, M.Pd.I, merasa berbahagia dapat hadir di acara ini.
” Alhamdulillah, nuansa kebersamaan di acara ini sangat pekat sekali, apalagi dihadiri pemberi tausiah yaitu dari Syekh Fatuk dari Palestina dan Kalau boleh saya memberikan kesan sangat berkesan sekali dan saya perlu menyampaikan pesan agar kegiatan JEMARI ini bisa berlanjut dan pada momen-momen tertentu bisa diakses oleh penggiat-penggiat Alquran lainnya.”
“Sehingga Quran terutama di Karawang semakin bisa disuburkan dan misi kita untuk menghilangkan menghapuskan kebiasaan masyarakat yang kurang bisa terpecahkan dan mendapat ridho dari Allah subhanahu wa ta’ala.”
“Saya pikir apa yang diselenggarakan oleh IKADI ini suatu yang sangat berharga sekali lagi pada saat mereka tampil tadi dipanggil untuk mendapat sertifikat sesuai dengan kriterianya yang belum dimiliki oleh perkumpulan yang lainnya dan ini sangat legal, legalitasnya sudah jelas.” Dukung KH Tajuddin Nur.
KH Tajuddin Nur menghimbau Rumah-rumah Alquran ataupun Lembaga yang lainnya itu perlu mencontoh apa yang dilakukan oleh IKADI.
Dalam kesempatan ini Ketua IKADI Provinsi Jawa Barat Dr. (HC.) K.H. Arif Ramdani, Lc., MH. Menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan kegiatan ini tentu sangat strategis, sangat bermanfaat, khususnya bagi para guru. kegiatan ini berawal atau di latar belakangi dari fenomena ya dimana banyak para guru Al-Quran yang mungkin metode mengajarnya kemudian, mungkin bacaan Qurannya belum fasih ya sehingga kemudian membuat satu program namanya pendidikan guru Al-Quran. Kemudian membuat satu jejaring yang disebut dengan JEMARI, Jejaring Mitra Rumah Quran IKADI.
“Nah, tentu harapan kedepan mudah-mudahan dengan adanya program ini, ini bisa berkontribusi pertama di dalam melatih para guru Al-Quran agar mereka punya skill kemudian mereka juga memiliki kemampuan yang baik ya, di dalam mengajar Al-Quran. Kemudian dari sisi manajemennya, mengelola lembaganya secara profesional.”
“Mudah-mudahan dengan adanya program ini, ini bisa membantu salah satu program Kementerian Agama yaitu memberantas buta huruf Al-Quran.”
Selanjutnya KH. Arif Ramdhani memberikan amanat bahwa sebelum kita punya tujuan dan niat apa-apa maka motivasi yang pertama adalah ikhlas karena Allah. Itu yang paling penting.
” Insya Allah kalau kita niat ikhlas karena Allah maka keberkahan akan datang.Yang kedua adalah tetap istiqomah.”
” Jadi, jangan sampai kita semangat di awal tapi kemudian karena mungkin apa kurang support dan lain sebagainya atau mungkin kurang infrastruktur sehingga kemudian kita menjadi kurang semangat, kita tetap semangat ya.’
“Kalau dunia tidak dapat insya Allah akhirat dapat. Amin.” Pungkas KH. Arif Ramdhani.
Perlu diketahui jumlah wisudawati yang ditetapkan sebanyak 48 Mahasiswa. Sesuai dengan kriterianya.(my)



