Diklat Pelatih Pencak Silat Purwakarta 2025, Suhandi: Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pelatih
FAJAR METRO – Dalam rangka memenuhi standarisasi ilmu kepelatihan di seluruh tingkatan, DPD Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia) (PPSI) Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Diklat bagi para pelatih Pencak Silat se Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2025, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan ini bekerjasama dengan Kemenpora RI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebagai narasumber.
Bupati Purwakarta, melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan, Suhandi turut menghadiri Pembukaan Diklat Pelatih Pencak Silat tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung KNPI Purwakarta ini merupakan pembinaan berkelas nasional dan secara resmi dibuka oleh Sesdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Yayat Suyatna, M.Pd., berlangsung dari tanggal 5-7 Desember 2025 dihadiri oleh Ketua DPD PPSI Purwakarta bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Yoyo Yahya; Sekretaris Deputi Pembudayan Olahraga Kemenpora Yayat Suyatna; serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan gong, oleh Sekretaris Deputi Pembudayan Olahraga Kemenpora, Yayat Suyatna.
Dalam laporannya Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua DPD PPSI Purwakarta, Yoyo Yahya, S.H., menyatakan diklat ini diikuti oleh 60 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Paguron (perguruan) pencak silat se-Kabupaten Purwakarta. “Ini adalah upaya serius kami untuk menstandarisasi ilmu kepelatihan di seluruh tingkatan, hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Yoyo menambahkan, DPD PPSI Purwakarta tidak berhenti pada diklat ini. Sebelumnya, pada tangggal 28-30 November, telah digelar Pasanggiri Pencak Silat Bupati Cup 2025. Menyusul kemudian, pada 12-14 Desember mendatang, DPP PPSI akan berpartisipasi dalam Festival Pencak Silat, Carnival Pencak Silat, dan Rapat Kerja Nasional di Kemenpora RI, Jakarta, yang diikuti 20 provinsi. Kegiatan nasional ini dalam rangka menyambut ditetapkannya Pencak Silat Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO.
Sesdep Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Yayat Suyatna, M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatih adalah program berkelanjutan Kemenpora. “Pelatih adalah ujung tombak peningkatan prestasi dan gairah berolahraga masyarakat. Apalagi, peserta diklat ini berasal dari perguruan yang tersebar hingga ke desa-desa. Kami berterima kasih kepada DPD PPSI Purwakarta atas kerjasamanya dan berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga,” paparnya.
Dalam sambutannya, Kepala Disporaparbud Purwakarta Suhandi, menyampaikan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO. Oleh karena itu, peningkatan menjadi hal penting untuk memastikan pelestarian sekaligus pengembangan pencak silat di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi serta melahirkan pelatih yang profesional yang mampu membawa pencak silat Purwakarta semakin berkembang.(yp)



