Film Ghost In The Cell Karya Sutradara Joko Anwar Tayang Di Berlin International Film Festival
Jakarta, Film terbaru sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, resmi terpilih untuk tayang di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Karya ke-12 Joko Anwar ini akan masuk dalam seksi ‘Forum’, sebuah kategori bergengsi yang mengkurasi film-film dengan visi sinematik tajam serta keberanian dalam memotret realitas sosial dan politik.
Film ini dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia (world premiere) di bioskop bersejarah Delphi Filmpalast am Zoo dalam rangkaian festival yang berlangsung pada 12-22 Februari 2026.
Ghost in the Cell mengambil latar di sebuah penjara di Indonesia yang sarat akan kekerasan dan ketidakadilan. Melalui genre horor, Joko Anwar mencoba membongkar bagaimana sistem hukum seringkali justru melindungi kekuasaan ketimbang menjalankan fungsinya sebagai ruang hukuman.
Joko Anwar menyatakan kebanggaannya atas pemilihan film ini di seksi Forum. Menurutnya, seksi tersebut dikenal memiliki standar kurasi yang tidak hanya mementingkan narasi, tetapi juga relevansi kuat terhadap situasi sosial-politik di negara asal film tersebut.
Pemilihan ini menempatkan Ghost in the Cell dalam jajaran film “besar” yang memiliki identitas artistik kuat, serupa dengan film Exhuma (2024) dan Snowpiercer (2014) yang juga pernah diputar di seksi yang sama.
Produksi film ini melibatkan kolaborasi antara Come and See Pictures, RAPI Films, dan Legacy Pictures. Selain itu, Barunson E&A bertindak sebagai agen penjualan untuk distribusi di pasar internasional.
Tia Hasibuan, produser film tersebut, menilai terpilihnya karya mereka di Berlinale menjadi sinyal positif bagi penonton di tanah air. Ia meyakini kekuatan cerita dan bahasa sinema dalam film ini akan menjadi daya tarik utama saat tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026 mendatang.



