19 May 2024
Nasional

Ulang Tahun Pertama Bundo Kanduang DKI JAKARTA Dirayakan Di Plaza Jatinegara

 

 

Ulang Tahun Pertama Perkumpulan Bundo Kanduang DKI Jakarta jum’at (9/6/23) yang terdiri dari 5 wilayah yaitu jaksel, jaktim, jakbar, jakpus, jakut kecuali kepulauan seribu insya Allah menyusul. Seni Budaya Nusantara “ Mengangkat tema Bersama Bundo Kanduang Minangkabau Kita Wujudkan Pesona Seni Budaya Bangsa yang Maju Berkarakter”

memperkenalkan bazar kuliner Minangkabau dan dihibur artis Minangkabau berbagai lomba baju Basiba, baju Kurung, baju Nagari,  hymne Bundo Kandung, Tari Piring dan pangelaran baju adat Minangkabau bertempat di Plaza Jatinegara berlangsung dari 9 – 11 Juni 2023.

Ketua Bundo Kandung DKI Jakarta Bundo Suherni Syam,SE  menjelaskan untuk saat ini anggota bundo kanduang kurang lebih 400 0rang dan pengurus Bundo Kanduang dari 5 wilayah DKI Jakarta.

Bundo Suherni Syam,SE berharap agar orang Minang yang ada di rantau ini supaya tidak melupakan budaya dan adat istiadat asal Minang baik dalam cara berpakaian, dan Etika dalam segala hal.

“Banggalah jadi urang minang yang rantau ke Jakarta ada pagelaran seni sekaligus banyak jajanan dan makanan yang enak selera, ayo ajak dunsanak dan keluarga menikmati hari libur besok dengan berbagai pertunjukkan seni dan budaya minang,” Katanya.

Turut hadir Budayawan Minangkabau Dt. Yus Parpatiah , Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Prof. Dr. Ir.Uti Raudha Thaib,  anggota DPD RI Fahira Idris.

Diramaikan Bundo Dr.Rosita Medina selaku Ketua Panitia Pelaksana, Bundo Eka Putri Asnita selaku Sekretaris, Bundo Devani selaku Bendahara, Bundo Emiyeti selaku Ketua Bundo Kanduang Jakpus, Bundo Eva Eka Fitri selaku Ketua Bundo Kanduang Jakbar, Bundo Evi Susanti selaku Ketua Bundo Kanduang Jakut , Bundo drg.Liza Festari selaku Ketua Bundo Kanduang Jaktim , Bundo Munziarni selaku Ketua Bundo Kanduang Jaksel.

Pentingnya peran Bundo Kanduang dalam kehidupan adat dan bermasyarakat di Minangkabau tertulis jelas dalam syair pusaka nan indah. Seorang Bundo Kanduang diibaratkan sebagai limpapeh atau tiang utama rumah Gadang karena beliau ialah penyangga rumah tangga dan suri teladan untuk semua.

Kata-kata pusaka tersebut menggambarkan sedemikian indah peranan seorang ibu dalam budaya Minangkabau. Ibu sejati, atau yang dalam istilah Minangkabau disebut Bundo Kanduang, ialah pemimpin dalam sistem kekerabatan matrilineal (garis ibu) suku Minangkabau.

Salah satu warga Minang senang dengan adanya bazar apalagi kalau hari libur pasti mengajak keluarga karena bisa menikmati aneka masakan Padang dari randang , soto, sate, tunjang dan jariang. 

Menurut Bundo Evi Susanti dalam acara Ulang Tahun Pertama Bundo Kanduang ini diharapkan , ” Menjadikan moment berharga adanya kolaborasi dengan Pemerintah dalam acara Sosial, Budaya, Pendidikan dan lingkungan selanjutnya”. (Agus.S)