18 April 2024
Nasional

Tangkis Tuduhan soal Jokowi Politisasi Bansos, Haidar Alwi : Pernah Dilakukan Sebelumnya

 

 

Jakarta, Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), RHaidar Alwi, menangkis tuduhan pencairan bansos dengan cara dirapel jelang Pemilu untuk kepentingan politik Presiden Jokowi.

Menurut Haidar, hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi tapi juga pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

“Bukan tahun ini saja, tahun-tahun sebelumnya juga sering dirapel. Jangan halangi pemerintah untuk membantu rakyat yang membutuhkan dengan tuduhan keji seperti itu. Karena daya beli masyarakat miskin harus dijaga dan didukung menghadapi risiko inflasi pangan,” kata R Haidar Alwi, Jumat (2/2/2024).

Adapun bansos yang pernah dirapel di antaranya BLT El Nino periode November-Desember 2023 yang cair di Desember 2023, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Mei -Juni 2023 yang cair di Juni 2023, BLT dan BPNT periode April-Juni 2022 yang cair di April 2022, dan lain-lain.

“Ada yang rapelannya cair di akhir periode dan ada juga rapelannya yang cair di awal periode. Jadi kalau misalkan yang dipermasalahkan kenapa bansos 2024 rapelannya cair di awal, itu tidak tepat karena sebelumnya juga pernah cair di awal periode,” tutur R Haidar Alwi.

Dirinya mengingatkan bahwa bansosadalah untuk rakyat, bukan untuk pejabat atau politisi. Dengan demikian pencairannya melihat permasalahan dan kebutuhan rakyat.

“Justru pihak-pihak yang mempermasalahkan inilah yang sebenarnya memanfaatkan momentum pemilu untuk mempolitisasi pencairan bansosdengan cara dirapel karena kebetulan tahun ini bertepatan dengan momentum pemilu,” kata RHaidar Alwi.

Ia menduga pihak-pihak tersebut sengaja mempolitisasi bansos karena dilatarbelakangi oleh kecemburuan dan ketakutan terhadap PresidenJokowi.

“Mereka cemburu melihat kedekatan dan kemesraan Pak Jokowi dengan pihak lain sehingga mereka khawatir dan takut Pak Jokowi bersama para pendukungnya tidak berpihak kepada mereka di pemilu nanti. Mereka takut kalah,” jelas R Haidar Alwi.

Menurutnya, atas alasan itulah kemudian banyak pihak terus berupaya menggerus kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi. Serangan-serangan politik tidak hanya menargetkan Presiden Jokowi, tapi juga menyasar orang-orang di sekitarnya.