23 February 2024
Nasional

Sadarkan Warga Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Anies Apresiasi Tugu Peringatan Covid-19 di Danau Sunter Selatan

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi keberadaan Tugu Peringatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dengan adanya tugu ini, diharapkan masyarakat semakin sadar untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Saya ingin apresiasi kepada warga, RW (Rukun Warga) 014 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang memiliki inisiatif memasang tugu peringatan Covid-19,” kata Anies, saat ditemui di Kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9).

Ditegaskannya, tugu peringatan ini bertujuan sebagai pengingat masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan berupa 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Dengan disiplin protokol kesehatan ini, diharapkan angka masyarakat yang terpapar Covid-19 semakin menurun hingga akhirnya Provinsi DKI Jakarta terbebas dari Covid-19.

“Tugu peringatan adalah untuk mengingatkan. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang disiplin (protokol kesehatan). Semakin sedikit masyarakat yang terpapar Covid-19 dan Kota kita (DKI Jakarta) bisa terbebas dari Covid-19,” ungkapnya.

Masih di lokasi yang sama, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menerangkan Tugu Peringatan Covid-19 ini merupakan inovasi hasil kolaborasi masyarakat, khususnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat RW, stakeholder, pemerintah, TNI-Polri, dan unsur masyarakat lainnya.

Sigit Menyebut tugu peringatan ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih Kawasan Danau Sunter Selatan ini ruang publik yang kerap didatangi banyak pengunjung.

“Selama ini kami (pemerintah) sering berdiskusi dengan Gugus Tugas tingkat RW. Mereka mengusulkan adanya suatu pengingat bagi masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap aktifitasnya,” tutupnya.

Diketahui, Tugu Peringatan Covid-19 di Kawasan Danau Sunter Selatan dibuat menyerupai peti mati dengan penambahan papan informasi terkini kasus Covid-19 di Kecamatan Tanjung Priok dibawahnya. Di kedua sisi tugu juga terdapat patung petugas medis berpakaian hazmat dan ondel-ondel hasil daur ulang ban bekas.

Penyintas Covid-19 : Tugu Peringatan Covid-19 di Kawasan Danau Sunter Tepat Sasaran

PenyintasCorona Virus Disease 2019 (Covid-19) Satria menganggap inovasi pemasangan Tugu Peringatan Covid-19 di Kawasan Danau Sunter Selatan tepat sasaran. Mengingatkan warga untuk lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Pemasangan Tugu Peringatan Covid-19 di sini tepat sekali. Di sini (Kawasan Danau Sunter Selatan) akhir pekan ramai berkumpul masyarakat entah dari mana. Ini bisa menyadarkan masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan,” kata Satria, saat ditemui di Kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9).

Dihadapan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta A. Riza Patria, dia menceritakan kisah yang dialaminya saat dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dirinya terpaksa harus menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Penangan Covid-19 Wisma Atlet selama 14 hari. Selama dalam penanganan tim medis, dia diwajibkan menjalani protokol kesehatan hingga meminum vitamin dan obat agar sembuh dari Covid-19.

“Selama di Wisma Atlet, saya sehari tiga kali diberi vitamin dan obat lainnya. Selama 14 hari di sana hingga akhirnya tes swab negatif,” ungkapnya.

Kembali bercerita sebelum terpapar Covid-19, dirinya tergolong masyarakat yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, masker gratis yang diterimanya pun enggan digunakan hingga akhirnya terpapar Covid-19.

“Covid-19 tidak hanya menyerang fisik tapi mental juga diserang. Saat kembali ke masyarakat, mereka tidak langsung menerima. Bahkan saya kemana-mana harus bawa surat sehat dari Rumah Sakit. Tapi akhirnya sekarang sudah terbiasa lagi di masyarakat,” tutupnya.