Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA Ketua PSP-IPB Berharap Peternak Kecil Mau Konsolidasi Nasional
BOGOR, Seminar Perunggasan dengan tema “Tangung Jawab Pemerintah Dalam Melindungi Keberlangsungan Hak Usaha Perunggasan Nasional ” menurut Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA yang juga sebagai moderator pada acara tersebut mengatakan perlunya konsolidasi budidaya perternak mandiri atau peternak kecil secara nasional, Rabu (24/1/2024) Botani square ICC Bogor.
Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., ahli di bidang peternakan yang menginisiasi lahirnya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) mengatakan,” Mengkonsolidasikan Peternak itu paling penting, gimana caranya tidak gampang tapi kami punya sistem dan sudah berjalan 10 tahun , jadi saya optimis walaupun sulit itu bisa. mengkonsolidasikan Peternak mungkin bisa tapi mengkonsolidasikan Peternak mandiri itu yang sulit, mudah – mudahan mereka paham arah kedepannya seperti apa, InsAllah itu bisa ,saya optimis, pointnya adalah konsolidasi budidaya”
” Konsolidasi budidaya Peternak itu penting, konsepnya mirip kalau sapi sudah berjalan 10 tahun, kalau ini ayam. di sekolah peternak rakyat itu point besarnya itu perubahan pola pikir (mainset) itu yang belum pernah di garap oleh banyak orang dan IPB sudah memulai itu,” jelasnya
“Dan tentu ada tiga unsur penting yaitu, perubahan karakter, perubahan pola pikir itu di dalam evaluasinya kita beri bobot 45%, Kemudian Kita ajarkan mereka tentang kolektif bisnis berjamaah, itu dalam penilaian kami kita beri bobot 35% , baru masalah tehnis itu 25% ” , Tambah Profesor Muladno.
“Dan ini konsolidasi budidaya ini sudah mulai di Bogor, nanti kemudian rencananya di Jawa Tengah dan jawa timur, dan bukan wacana lagi setidaknya kami sudah kunjungi 27 kandang – kandang mereka kami datangi biar kita tahu persis seperti apa, kondisinya , ada yang mau roboh ada juga yang tutup, macem – macem kepemilikan dan itu tidak terkonsolidasi,” kata profesor Muladno.
Di singgung terkait pakan ternak impor berbahan jagung oleh media apakah kita bisa produksi jagung , ” Kita punya lahan luas di Papua setelah kita tanami Jagung tumbuh , kita bisa tanam tuh Jagung cuma masalahnya memasarkannya kemana , nah lagi – lagi perlu konsolidasi, petani kecil di konsolidasi jumlahnya banyak, bukan hanya satu angkutan motor saja Kalo bisa satu kontainer atau 1 kapal , kalau ini tidak di konsolidasi tidak pernah bisa ” kata Prof Muladno
“Sebagai penggagas IPB Sekolah Peternak Rakyat dan di temani oleh 5 perguruan tinggi, InsAllah nanti IPB ingin mengajak seluruh perguruan tinggi ikut program sekolah peternakan rakyat untuk ngajarin perternak – peternak kecil di seluruh Indonesia, bukan IPB saja, jadi di setiap provinsi ada orang – orang pinter untuk membangun kawasannya sendiri di tingkat kecamatan,” Harap Profesor Muladno.
“Dan ini sudah mulai di 33 titik dari 15 Kabupaten jadi kami mohon bantuannya supaya titik – titik kumpulan peternak kecil yang sudah terkonsolidasi di seluruh Indonesia ternyata untuk menjadi Indonesia keemasan itu ya peternak kecil , petani kecil harus di konsolidasikan, tanpa konsolidasi Indonesia ngga bisa makmur,” Tutup Profesor Muladno.
Hadir pada seminar perunggasan, Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., seorang profesor di bidang peternakan yang menginisiasi lahirnya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), Agung Suganda yang mewakili Kementerian Pertanian, Dr. I Gusti Ketut Astwa Deputi 1 Bapanas RI, Alvino ,ST Ketua KPUN (Komunitas Peternak Unggas Nasional), Dr. Prabianto Mukti Wibowo Komisioner Komnas HAM dan Yeka Hendra Fatika Komisioner.