18 April 2024
Nasional

Pengurus Besar PBNU Dukung BNPT Tangkal Radikalisme Melalui Pengajian yang Mengedepankan Pesan Cinta Tanah Air

 

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kegiatan pencegahan paham radikalisme dalam bentuk kesiapsiagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terutama melalui kegiatan-kegiatan pengajian.

Menurut Gus Fahrur, sapaan akrab Ahmad Fahrur Rozi, dengan menghidupkan pengajian yang mengajarkan jemaahnya untuk cinta Tanah Air, pintu radikalisme dapat ditangkal.

“Ajaran Islam ahlussunah yang mengakar di masyarakat Indonesia mempunyai kearifan lokal dalam menangkal radikalisme,” ungkapnya, Jum’at, 15 Maret 2024, di Jakarta.

Gus Fahrur pun menambahkan paham radikalisme dapat menjangkiti semua agama dimana radikalisme agama dinilai lebih berbahaya dibandingkan dengan radikalisme lainnya.

“Mengingat ada iming-iming surga dan semua orang yang beragama tentu menginginkan surga,” ungkapnya.

Sementara itu, di samping aspek pencegahan paham radikalisme, Gus Fahrur juga berharap kepada aparat penegak hukum agar lebih masif melakukan penindakan terhadap para terduga terorisme.

“Kuncinya adalah penegakan hukum dan keadilan. Kita semua harus tunduk kepada aturan, diskriminasi terhadap satu agama tertentu juga akan memantik pertikaian dan radikalisme,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid menjelaskan BNPT terus melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme di lingkungan masyarakat.

“Terkait pencegahan radikalisme dan terorisme saat Ramadan, prinsipnya kegiatan pencegahan terus berlangsung di tengah masyarakat baik kesiapsiagaan, kontra radikalisasi dan deradikalisasi,” katanya.

Salah satu upaya pencegahan tersebut dilakukan dengan pengajian-pengajian dan ceramah yang menekankan cinta tanah air serta nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari kontra radikalisasi dalam menangkal narasi propaganda kelompok terorisme.

“Kontra radikalisasi berarti menangkal narasi, ideologi dan propaganda kelompok teroris agar tidak mempengaruhi masyarakat,” jelasnya.