2 March 2024
Nasional

MENGAKU PERWIRA POLISI TIPU CALON AKPOL MENCAPAI KURANG LEBIH 2 MILIAR

Seorang pria yang mengaku Perwira anggota POLRI berpangkat Kombes (Komisaris Besar).
Adalah Kombes Pol.Henriyanto yang juga mengaku bertugas di Polda Sumatera Utara, mengiming-imingi si Korban agar bisa masuk AKPOL (Akademi Polisi) Sumut dengan syarat harus membayar sejumlah uang.

Adapun Kejadian ini bermula pada bulan April 2019 saat Janes Bastanta Tarigan (korban) mendaftar menjadi Bintara Polisi namun tidak lulus.
Waktu itu korban bercerita pada si Pelaku,dan dari pertemuan itu Pelaku menjanjikan korban bisa memasukannya ke Akpol.

Terpedaya oleh rayuan pelaku ini, Orang tua dan keluarga korban menyerahkan uang pada pelaku mencapai 2 miliar rupiah lebih saat itu.
Uang itu diserahkan dalam bentuk transfer dan tunai mulai dari sekitar bulan Mei 2019 hingga bulan Januari 2020, Adapun uang ini diserahkan sesuai dengan permintaan Pelaku untuk meloloskan Korban menjadi taruna Akpol.
Untuk membuktikan kebenaran itu Pelaku memberangkatkan Korban bersama Oknum Marinir ZPA ke Jakarta pada bulan Juni 2019 dan menginap 4 hari di sebuah Hotel di kawasan Cawang Jakarta Timur, kemudian pada bulan September 2019 Korban di bawa ke Semarang, akan tetapi sesampai di Semarang Korban bukannya dilakukan tes masuk Akpol, tetapi di inapkan pada sebuah hotel, peristiwa ini berlangsung sampai hampir setahun.
Tentu saja Korban merasa ada kejanggalan dan keanehan.
Merasa tertipu dan bosan tinggal di Hotel akhirnya Korban pulang ke kampung.
Orang tua dan keluarga korban akhirnya mencoba menyelesaikan masalah ini dengan Pelaku, saat itu Pelaku hanya menyicil uang yang sudah diterimanya dan belum ada pengakuan bersalah dari Pelaku, akan tetapi sampai berita ini di turunkan si Pelaku kadang hanya menyicil seenaknya saja, kadang di cicil kadang tidak.

Perkenalan Pelaku dengan Korban dimulai dari pertemuan korban dengan seorang anggota TNI dari kesatuan Marinir Belawan berinisial ZPA, ZPA inilah yang kemudian mempertemukan Korban dengan Pelaku yang mengaku perwira polisi ini.
Bukan hanya mengaku sebagai perwira polisi berpangkat Kombes, Pelaku juga mengaku keponakan dari istri Kapolda Sumatera Utara yang masih aktif.

Orang tua dan keluarga korban sebenarnya hanya ingin uang yang sudah diterima Pelaku dikembalikan secara utuh.
Kini keluarga korban menunggu itikat baik dari si Pelaku, kalau masalah ini tidak segera diselesaikan oleh orang tua dan keluarga Pelaku, Maka Korban akan melaporkan si Pelaku ke Polda Sumut.
Artinya si Pelaku wajib mengembalikan uang Korban sesegera mungkin.

” Kami punya cukup bukti untuk memenjarakan oknum Kombes gadungan tersebut,” ucap kuasa hukum korban ke awak media Fajarmetro.com.