18 June 2024
Nasional

KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan dengan Ragam Olahan Produk Perikanan

BOGOR, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya tingkatkan konsumsi ikan di Bogor dengan ragam olahan produk perikanan.

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar ‘Pelatihan Diversifikasi Olahan Produk Perikanan’ di Kab. Bogor, Prov. Jawa Barat. Kegiatan ini diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI, Ravindra Airlangga, dengan difasilitasi Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal serta Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), dan diikuti 150 peserta.

Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta menegaskan, BRSDM berkomitmen meningkatkan kompetensi serta daya saing SDM KP, agar tercipta peningkatan nilai AKI di Kab. Jawa Barat, yang tergolong rendah, berkisar antara 32 – 34 kilogram pada 2021. Pasalnya, KKP memiliki target AKI Nasional di tahun 2024, sebesar 62,05 kilogram per kapita per tahun.

“Melalui peningkatan kompetensi SDM dalam mengolah beragam produk diversifikasi perikanan, tentu tak hanya dapat meningkatkan nilai konsumsi ikan, tapi juga menumbuhkan peluang bisnis bagi masyarakat yang dapat dikembangkan guna memperoleh nilai tambah,” tutur Nyoman dalam sambutannya.

Dalam pelatihan, para peserta pun dibekali beberapa materi, meliputi penanganan bahan baku pada produk perikanan; Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Good Manufacturing Practices (GMP); Pengemasan produk olahan perikanan; Pembuatan ekado ikan; Pembuatan brownies ikan; dan Pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lilly Aprilya Pregiwati menuturkan, melalui pelatihan ini juga diharap dapat menurunkan angka stunting, di mana kasus stunting (prevalensi) di Kabupaten Bogor tahun 2021, berada pada angka 9,89 persen.

“Ini merupakan upaya kami dalam menurunkan angka stunting yang terintegrasi dengan peningkatan kesejahteraan sosial,” ucap Lilly.

Hal senada disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Ravindra Airlangga. Pihaknya menilai, pelatihan ini dapat memberikan keahlian kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai jual produk tersebut dan meningkatkan taraf hidup pelaku usaha perikanan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan dan antusias peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Komisi IV DPR RI dengan KKP untuk memberikan keahlian kepada masyarakat Kab. Bogor dalam mengolah hasil perikanan dan meningkatkan nilai jual produk olahan ikan. Saya harap pelatihan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Kab. Bogor,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Bogor, Oetje Subagdja. Sebagaimana disampaikan Sub. Koordinator Bina Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan, Lili Nuschalimah, produksi pengolahan hasil perikanan di Kab. Bogor pada tahun 2021 mengalami peningkatan mencapai 16.373 ton dari sebelumnya di tahun 2020 mencapai 16.038 ton.

“Adanya pelatihan ini bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Harapanya, kolaborasi ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi pengolahan ikan,” tuturnya.

Pelatihan ini juga disambut baik oleh Rahmawati, salah satu peserta pelatihan. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini karena mendapatkan wawasan baru, dari yang sebelumnya hanya mengolah ikan dengan digoreng dan di pepes, sekarang mengetahui bahwa ikan bisa diolah menjadi kue dan olahan lain. Harapannya kegiatan ini, terus berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, berupaya mendorong peningkatan produktivitas kegiatan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini guna menambah pendapatan maupun meningkatkan daya saing produk perikanan yang dihasilkan.