23 April 2024
Nasional

KKP tingkatkan AKI Dengan Manajemen Budidaya di Jateng

TEMANGGUNG, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) berkomitmen tingkatkan Angka Konsumsi Ikan di Jawa Tengah dengan pembekalan keahlian manajemen budidaya air tawar.

Pada pertengahan September 2022, BRSDM menyelenggarakan ‘Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Air Tawar’ kepada 300 peserta dari masyarakat perikanan Kab. Temanggung. Kegiatan ini difasilitasi Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, dengan inisiasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto.

“Di tengah situasi global saat ini, perikanan budidaya layak menjadi prime mover, leading sector, atau sektor unggulan. Karenanya, melalui kegiatan pelatihan diharap dapat meningkatkan potensi perikanan budidaya di Kabupaten Temanggung yang selaras dengan peningkatan angka konsumsi ikan,” ucap Nyoman.

Sebagai informasi, angka konsumsi ikan (AKI) di kabupaten Temanggung saat ini sebesar 23,42 kg/kapita, angka ini masih di bawah AKI Propinsi Jateng 35,99 kg/kapita dan nasional 50,49 kg/kapita.

Anggota Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menilai bahwa Kab. Temanggung potensial dalam kegiatan produksi budidaya, meskipun saat ini masih memanfaatkan teknologi tradisional. “Masyarakat di sini sejak dulu sudah terbiasa memelihara ikan air tawar dengan teknik tradisional sehingga menyebabkan penanganannya belum maksimal, sementara potensinya cukup bagus untuk dikembangkan. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada KKP yang telah bersinergi untuk mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Budidaya Ikan Air Tawar. Karena dalam usaha perikanan budidaya, tidak hanya memperhatikan manajemen perawatan saja tapi masalah pakan juga harus diperhatikan, terutama kualitas pakannya sehingga saling berkelanjutan,” ungkap Panggah.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, bahwa para peserta mendapatkan materi berupa manajemen benih, manajemen kualitas air, manajemen pakan, serta kebijakan pengembangan usaha budidaya perikanan. Materi tersebut menjadi penting karena dalam produksi budidaya perikanan perlu memperhatikan manajemen benih hingga manajemen pakan yang saling terintegrasi.

“Pada produksi budidaya ikan air tawar, perlu diperhatikan bagaimana menjaga lingkungan atau ekologi agar kegiatan budidaya bisa berkesinambungan. Selain itu, usaha budidaya perikanan sangat terintegrasi mulai dari pembenihan, pembesaran hingga pemasaran. Namun seringkali pada kegiatan pembesaran kurang maksimal karena adanya penyakit pada ikan. Untuk itu, pada kesempatan ini para peserta dibekali beberapa macam materi, harapannya melalui pelatihan ini, ke depannya dapat menghasilkan ikan yang berkualitas dan berujung pada peningkatan pendapatan,” ucap Lilly.

Kegiatan pelatihan mendapat dukungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kab. Temanggung, dalam hal ini diwakilkan Kepala Bidang Perikanan DKPPP Kab. Temanggung, Nunung Cahyati. Pihaknya mengapresiasi kegiatan pelatihan dan berharap para peserta dapat segera mengimplementasikannya. “Saya mewakili Bapak Joko Budi Nuryanto, selaku Kepala Dinas DKPPP Kab. Temanggung, mengucapkan terima kasih kepada KKP dan Anggota Komisi IV DPR RI yang telah menyelenggarakan pelatihan ini. Diharapkan ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk tingkatkan produksi perikanan budidaya di Kab. Temanggung agar terus berkembang dan perekonomian para pembudidaya ikan meningkat,” tuturnya.

Samijo, salah satu peserta pelatihan dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Tani, menyambut antusias terselenggaranya pelatihan yang diberikan untuk menekan biaya pakan pada produksi budidaya. “Adanya pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, utamanya pokdakan yang fokus pada bioflok memang membutuhkan strategi dan pembuatan pakan ikan. Hal ini sangat mempengaruhi pada biaya pengeluaran pakan saat produksi berlangsung. Tentu kami berharap melalui pelatihan ini dapat memproduksi dan memenuhi kebutuhan pakan ikan secara mandiri serta meningkatkan perekonomian keluarga.”

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong agar kegiatan pelatihan dan penyuluhan lebih rutin dilaksanakan ke masyarakat terkait sektor kelautan dan perikanan sebagai upaya menambah tingkat kesejahteraan warga di berbagai daerah. “Penyuluhan dan pelatihan harus rutin diberikan kepada masyarakat, agar masyarakat punya keahlian untuk menambah penghasilan,” kata Menteri Trenggono.