23 April 2024
Nasional

Ketum FAPSI, Dr. Amsori, S.IP, M.Si., Dukung Penuh Pada Pelantikan Pengurus Forum FAPSI & Bedah Buku

 

Jakarta, Acara Pelantikan Pengurus Forum Akademisi Penggemar Sepak Bola Indonesia (FAPSI) Dan Bedah Buku Sukses Digelar di Merlynn Park Hotel, Sabtu, (18/03/2023).

Adapun narasumber yang hadir diantaranya,
1. Ketua Umum PSSI perdiode 2023-2027, Bapak Dr. (HC) H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. (berhalangan hadir sehingga diwakilkan)
2. Wakil Ketua Umum ode 2023-2027, Bapak Prof. Dr. Zainudin Amali, S.E., M.Si.
3. Anggota Komisi X DPR RI, Bapak Dr. Andreas Hugo Pereira, M.A.
4. Guru Besar Psikologi Olahraga Univ. Negeri Yogyakarta, Bapak Prof. Dr. Dimyati, M.Si.
5. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Bapak Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si.
6. Formatur DPP Forum Akademisi Penggemar Sepak Bola Indonesia periode 2023-2027, Bapak Dr. Amsori, S.IP., M.Si.

Ketum Kordinator Nasional Forum Akademisi Penggemar Sepak Bola Indonesia (FAPSI), Dr. Amsori, S. IP, M.Si. ditemui awak media di Merlynn Park Hotel, Sabtu, (18/03/2023) mengatakan,
“Memang tidak pernah ada di dunia manapun, di negara manapun juga tidak ada apapun, kecuali disini, dimana para akademisi berkumpul untuk bicara banyak tentang latar belakang misi dalam waktu dimana kita ketahui lebih dekat dengan unsur politis bahwa bagaimana mempertemukan kedua bidang ini memang kalau sekarang demamnya sepakbola boleh tetapi kan wajar karena negara berkembang akan hadirnya cerita ini, kita coba berusaha untuk memperbesar filter bahwa memang harus ada orang-orang kelompok politik di Indonesia, ini memang sangat sulit sekali karena ini memang barang yang sangat-sangat menjanjikan,” kata Dr. Amsori, S.IP., M.Si., Ketum FAPSI.

“Selanjutnya, kata Drm Amsori, S.IP, M.Si.,
Yang penting punya pengalaman dalam mengolah sepak bola dimana didalam persepakbolaan itu bahwa orang yang punya pengalaman pasti dia akan bisa menjalankannya,” lanjutnya.

Dr. Amsori, S.IP., M.Si. juga mengungkapkan bahwa,
“Kehadiran kita disini tentu menjadi sesuatu yang memberikan masukan-masukan karena melihat bahwa memang ada kelemahan produk salah satunya di riset pengembangan kita tidak pernah ada di situ ada yang namanya rezeki tetapi melakukannya dimana bisa kita lihat, Jepang Korea dimana mereka melakukan itu menjadi panduan yang kemudian memunculkan bibit yang baru dengan begitu kita menemukan juga mentalitas yang baik atau menemukan para pemain suka tergiur oleh sesuatu sehingga ketika dia bekerja tidak secara profesional maka saya menemukan rumusan tentang memberikan yang namanya pembelajaran psikologi para pemain,” ungkapnya.

Dr. Amsori, S.IP., M.Si. juga menceritakan pengalamannya,
“Kita lihat dulu ada sepakbola gajah dimana ada Wasit dan kita sudah punya akun yang akan ditawarkan itu walaupun kemudian menyambut Pak Erick Thohir mengatakan bahwa kita akan terjadi gerakan dan para pemain di situ itu benar bagus, tetapi kalau punya mental itu bermasalah dia pasti akan terjadi riset yang dikembangkan sebatas
termasuk pendidikan yang kita disini sudah dirumuskan baik mendirikan sekolah sepak bola?,” jelasnya.

“Kita dapat menemukan bahwa Kenapa hari ini suporter selalu terjadi gesekan sederhananya karena mereka jauh dengan program kerjanya, jauh rencana rekomendasinya. Setiap beberapa bulan kita kan monitor, membagikan wilayah harus ada dalam dua minggu sekali, hal ini bisa kita pantau apalagi hari ini di Indonesia akan menghadapi Rusia 2023 dan ini menjadi catatan yang baik, Apapun ceritanya bawa peralatan sepak bola ini pada sesungguhnya dibalik itu untuk mempromosikan sesuatu negara oleh karena tingginya konsentrasi dan Bagaimana supaya penyelenggara menanggapi tanggapan Bapak senilai dengan polemik penolakan kedatangan dan Saya tidak mau masuk,” bebernya.

Puncaknya Ketum FAPSI inj mengatakan,
“Apapun ceritanya, saya secara pribadi melihat secara lebih dekat sepakbola di wilayah negara negara lain, Apa sih yang akan bicara tentang bagaimana Indonesia juga ?
Makanya kita masuk pada makalah tentang pembinaan materi tentang kebaikan pemain bola voli hari ini,” pungkasnya. (Afif).