2 March 2024
Nasional

H Bambang Sundawa : Yayasan Al Mukhlisin Didirikan Berdasarkan Prosedur Hukum

Dalam rangka mewujudkan cita cita kemerdekaan Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 sekaligus berbakti dan mengabdi kepada bangsa, negara dan agama maka H Bambang Sundawa mendirikan Yayasan Al Mukhlisin di Ibu kota Negara yang berlokasi di Jl Mualim Aminudin, RT 006, RW 014, No 40, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur.

H Bambang Sundawa mengatakan dalam acara Jumpa Pers belum lama ini (27/12/2021) di Sekretariat Yayasan Al Mukhlisin – Cibubur – Jakarta bahwa Yayasan Al Mukhlisin didirikan berdasarkan prosedur hukum.

“Yayasan Al Mukhlisin didirikan berdasarkan prosedur hukum, jadi dalam prosesnya tidak asal jadi akan tetapi segala persyaratan tetap harus dipenuhi dan setiap tahapan harus dilakukan sehingga hasilnya dapat terwujud sesuai harapan” katanya.

“Dalam pengelolaan dan kepengurusan lembaga – lembaga dalam yayasan Al Mukhlisin semua terlaksana berdasarkan managemen sehingga semua program dapat terkondisi secara sempurna” tegasnya

“Agar segala program dapat berjalan sesuai planing, traning dan controling maka sejak awal berdirinya Yayasan Al Mukhlisin telah disusun kepengurusan yang permanen yaitu : Pembina – Aji Prayudi, SH, Pengawas – Bosin, Ketua Umum – H Bambang Sundawa, Sekretaris Umum – Yanti, Bendahara Umum Retno Trisnowati, Bidang Keagamaan – Gunawan dan M Nur, Bidang Kemanusiaan – Supadi, Bidang Hubungan Masyarakat – Farhan Malik Al Adzkar dan Purwita Agustianti serta Bidang Kemakmuran Masjid – Supriyanto dan Suherman” ungkapnya.

“Yayasan Al Mukhlisin dinyatakan resmi didirikan dan telah memiliki legal standing berdasarkan akta Nomor 03, tanggal 10 September 2014, Notaris Iwan Sutanto, SH, MKn, Kabupaten Bogor, yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Berdasarkan Keputusan Nomor AHU 06638. 50. 10. 2014, Tentang Pengesahan Pendirian Badan HukumYayasan Al Mukhlisin, Tertanggal 25 September 2014” tegas H Bambang Sundawa sambil memperlihatkan akta Notaris dan keputusan KEMENKUM HAM RI.

H Bambang Sundawa juga memaparkan bahwa proses pendirian Yayasan Al Mukhlisin sebelumnya diawali oleh beberapa kegiatan sosial keagamaan secara rutin sesuai kebutuhan masyarakat yang dalam pelaksanaanya dilakukan oleh Panitia.

“Sebelum Yayasan Al Mukhlisin didirikan kami sudah lama mengadakan aktivitas sosial keagamaan secara rutin di rumah kami sendiri sebelum ada fasilitas sesuai kebutuhan masyarakat yaitu pendidikan agama untuk anak anak, zikir dan doa bersama yang aktivitasnya secara rutin dilakukan setiap malam jumat, sunatan massal yang dilakukan tiap tanggal 10 muharam tahun hijriah dan bakti sosial dalam bentuk penyantunan untuk yatim, piatu, fakir dan miskin yang diadakan pada tiap jadwal yang telah ditentukan serta kegiatan Qurban hewan pada hari raya idul adha” ungkapnya.

“Khusus untuk kegiatan bakti sosial untuk Yatim, piatu, fakir dan miskin dilakukan tiap tahun pada jadwal yang telah ditentukan yaitu tiap tanggal 10 muharam tahun hijriah, tiap tanggal 27 romadhon tahun hijriah yaitu 3 hari sebelum hari raya idul fitri dan tiap hari raya idul adha serta pada waktu waktu tertentu sesuai kebutuhan” tegasnya.

“Setelah Yayasan Al Mukhlisin dinyatakan resmi didirikan dan telah memiliki legal standing serta telah memiliki fasilitas yang memadai maka sejak itulah mulai dibentuk secara formal yaitu Taman Pendidikan Al Quran Al Mukhlisin (TPA), Dewan Kemakmuran Masjid Al Mukhlisin (DKM), Majelis Taklim Dan Zikir Al Mukhlisin” katanya.

“Dan khusus untuk Panti Asuhan Al Mukhlisin akan diajukan Surat Permohonan kepada Kementerian Sosial pada tahun 2022 untuk mendapatkan Surat Izin Oprasional (SIO)” pungkasnya.
(Murtadho)