Nasional

Fachruddin : Keberhasilan Akan tercapai Jika Menggunakan Prinsip Dan System

Pada era kemajuan zaman saat ini berdasarkan data yang terkumpul, terolah dan tersimpul serta informasi yang terhimpun dari sejumlah nara sumber ternyata dari kesekian banyak orang-orang pintar tidak sedikit yang bekerja tidak mencapai hasil yang memuaskan melainkan justru yang dihadapi adalah kerugian yang dapat membuat setres.

Hal ini disebabkan karena dalam bekerja tidak memiliki prinsip dan tdak menguasai syistem melainkan sebatas dorongan ambisi dan persaingan antar individu.

Seorang dokter ahli bedah yang selalu berhasil dalam dunia bedah belum tentu bisa memimpin sebuah rumah sakit, begitu pula sebaliknya seorang pemimpin rumah sakit belum tentu mampu melaksanakan tugas seperti dokter ahli bedah.

Seorang guru yang propesional dalam mengajar belum tentu bisa mampu dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan begitu pula sebaliknya seorang pengelola lembaga pendidikan belum tentu mampu menjadi guru yang propesional.

Seorang Politisi yang memiliki pengaruh yang sangat luar biasa yang mampu memimpin parlemen dalam suatu negara selama 2 (dua) priode belum tentu bisa mendirikan dan memimpin suatu Partai Politik, begitu pula seorang Pendiri / Pimpinan dalam suatu Partai Politik yang berpengaruh dan mampu mencetak kader yang bisa duduk di parlemen dan mampu menciptakan Pemimpin pada tiap tingkat dan lingkup belum tentu bisa menjadi seorang Presiden.

Begitu juga dalam dunia jurnalis, seorang penulis yang jitu belum tentu mampu menjadi seorang pengelola prusahaan suatu Media Informasi begitu pula sebaliknya seorang pengelola perusahaan Media Informasi belum tentu mampu menjadi seorang penulis yang jitu.

Karena dorongan ambisi ingin menjadi seorang pemimpin redaksi dan karena tersisih dari sebuah Perusahaan Media Informasi sehingga timbul persaingan antar individu maka seorang penulis yang jitu tersebut dengan modal nekad dan suatu keberanian sanggup mengadakan modal dana 1 milyar walau dana tersebut berasal dari pinjaman untuk mendirikan suatu Media Informasi.

Akibat dari sebatas dorongan ambisi dan karena persaingan antar individu yang tidak memiliki prisip dan tidak menguasi system berupa ilmu menejemen dan setrategi maka bukan keberhasilan yang dicapai akan tetapi justu malah bangkrut dan stres karena tidak bisa membayar hutang.

Bahkan walaupun berhasil dalam dunia ciduk menciduk duit maka tetap akan tersendat dalam dunia perusahaan Media Informasi karena keterbatasan ilmu dalam pengondisian personalia wartawan termasuk hal hal lain.

Bahkan cepat atau lambat perusahaan akan bangkrut total karena tidak ada kseimbangan dalam masing masing bagian dalam perusahaan antara prinsif dan system jurnalis yaitu fraktisi jurnalis, menejemen jurnalis dan strategi jurnalis termasuk system pengumpulan informasi dan data, system pengolahan informasi dan data serta system penyimpulan informasi dan data untuk dapat dipublikasikan sesuai harapan publik.

Seorang pemimpim perusahaan pisang molen seharusnya mengambil pisang dari suplayer pisang bukan malah dirinya yang terjun kelapangan mencari pisang sendiri yang kemudian diolah sendiri dan dipasarkan sendiri.

Sikap dan tindakan seorang Pemimpin Perusahaan pisang molen tersebut tentu membuat karyawan perusahaan pisang molen menjadi bingung, karena yang seharusnya pekerjaan mencari pisang molen bukan pekerjaan seorang Pemimpin pisang molen akan tetapi pekerjaan seorang karyawan pisang molen, untuk itu timbul pertanyaan “Mengapa pekerjaan karyawan malah dikerjakan oleh seorang pemimpin perusahaan pisang molen?????”

Berbicara tentang mekanisme pelaksanaan program maka dunia pemberitaan tidak jauh berbeda dalam dunia pisang molen termasuk dunia kesehatan, dunia pendidikan dan dunia politik.

Seorang Pemipin Redaksi seharusya melakukan pekerjaan menejemen dan setrategi jurnalis bukan praktisi jurnalis namun yang terjadi ko lucu justru malah pemimpin redaksi yang melakukan untuk mengumpulkan informasi dan data, mengolah informasi dan data termasuk menyimpulkan informasi dan data untuk dipublikasikan.

Berarti Pemimpin Redaksi seperti itu dapat dinyatakan tidak memiliki prinsip dan syistem dalam mengelola suatu perusahaan sehingga dalam melaksanakan aktivitas bukan menggunakan menejemen dan strategi akan tetapi bekerja secara manual yang menggunakan managemen suka suka dan managemen sak karep ne dewe yang tentu akan menciptakan banyak permasalahan dan jauh dari pada titik keberhasilan.

Jika seorang Pemimpin Redaksi ingin berhasil dalam mengelola suatu media Informasi maka harus memiliki prinsip dan mengusai system yaitu prinsip jurnalis, system jurnalis berupa ilmu praktisi jurnalis, ilmu managemen jurnalis dan ilmu setrategi jurnalis. Begitu juga dalam dunia yang lainnya seperti dunia kesehatan, dunia pendidikan, dunia politik dan lain lain.

Oleh :
Fachruddin
(Ketua Umum Presidium Indonesia)