20 May 2024
Nasional

Stefanus Pengusaha Minyak Cengkeh Di Festival Like Optimis Usahanya Go Internasional

 

Festival Like ( lingkungan Iklim Kehutanan dan Energi EBT ) berlangsung 16-18 September 2023 di Arena GBK Senayan Jakarta.
Festival ini merupakan rangkaian kegiatan menuju COP 28 UNFCCC yang akan diselenggarakan di Dubai Unit Emirat Arab pada November mendatang.

Ditemui awak media di hari terakhir Festival LIKE, yaitu Hetaria Adolf Stefanus (67 tahun) salah satu pengusaha minyak cengkeh OMA yang merupakan mitra Balai perhutani sosial dan lingkungan wilayah Maluku Papua sangat ramah dan siap diwawancarai di booth pamerannya, Senin (18/9/23)

” Saya pengusaha, memproduksi minyak cengkeh dan kayu putih dari Maluku sejak tahun 2020, minyak cengkeh kegunaannya luar biasa,yaitu untuk pegal, encok ,darah mati dan sakit gigi. Kendalanya jangan dipakai anak anak karena terlalu panas.
Minyak cengkeh tidak merusak kulit,karena minyak ini tidak membuka pori pori, ini berbeda dengan minyak GPU dan jenis minyak gosok lainnya, ” Terang  Stefanus dipanggilan singkatnya.

” Minyak cengkeh ini sudah tersebar di Indonesia,dan sudah sampai Belanda, rencana bulan depan 20 orang Belanda akan ketemu saya, karena sebelumnya produk minyak cengkeh saya sudah diambil samplenya dan mereka telah cocok , “Tambah Stefanus.

 

Berikut wawancara bersama Pengusaha minyak cengkeh  Hetaria Adolf Stefanus

 

 

 

” Saya akan mengusahakan uap air minyak cengkeh ini untuk mengusir nyamuk,dengan mengepel lantai rumah nanti nyamuk jadi tidak datang , ” Jelasnya.

Selain memproduksi minyak cengkeh kami juga buat minyak kayu putih, minyak sere wangi, minyak PCO, dan
gula aren untuk kopi.

” Tenaga kerja kami sangat terbatas,karena masyarakat Maluku cenderung bekerja dilaut,dan tenaga kerja saya masih sekitar 15 orang ,” Ungkap Stefanus.

 

 

 

 

” Harapan Saya agar Kami dapat mengangkat hasil bumi yang masih terpendam di Maluku, dan juga meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Maluku, Saya kembangkan Cengkeh, khan dari dulu daun dan tangkai nya dibuang, dari Pemerintah saya sudah dapat 2 pasang alat suling minyak cengkeh, padahal alat suling kami masih kurang ,saya minta Pemerintah atau pun pihak stakeholder yang mau bekerja sama dengan saya, ” Tutup Stefanus.