15 April 2024
Nasional

Dari Sail Teluk Cenderawasih 2023 Menuju Persatuan Budaya dan Ekonomi, Muhammad Musa’ad: Mari Kenal Papua Lebih Dekat

Peluncuran Sail Teluk Cenderawasih 2023 oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Jumat (3/2/2023) di Sarinah, Jakarta Pusat, ramai dikunjungi warga Jakarta dan pelaku usaha.

Selama 3 hari panitia penyelenggara menggelar pameran dan festival seni dan budaya di Sarinah, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat.

Beragam corak produk budaya Papua dihadirkan dan mendapat perhatian pengunjung. Sementara, pada sore hingga malam, di bagian outdoor Sarinah, menjadi panggung pentas kelompok musik asal Papua.

Penonton menjadi terhibur dengan sajian lagu-lagu Papua yang dibawakan dengar harmonisasi yang padu. Beberapa pentolan grup Rio Grime terlihat ikut tampil.

Menurut Ketua Tim Asistensi atau Ketua Panitia Sail Teluk Cenderawasih 2023, Dr Drs Muhammad Musa’ad, M.Si, Sail Teluk Cenderawasih dimaksudkan untuk mempromosi wisata dan seni budaya Papua, serta promosi produk maritim Papua.

Empat kabupaten, yakni Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Waropen, Kabupaten Sarmi, dan Provinsi Papua menjadi tuan rumah Sail Teluk Cenderawasih (STC)2023.

Muhammad Musa’ad berharap Sail Teluk Cenderawasih 2023 dapat digelar setiap tahun untuk membangun Papua. Maka, STC 2023 tidak semata diisi pentas seni budaya dan promo wisata Papua, melainkan lebih jauh meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

STC 2023 juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan persatuan anak Papua. Muhammad Musa’ad mengatakan, kini Papua sudah banyak berubah. Dari dua provinsi, kini Papua memiliki 6 provinsi.

Saat ini, setiap provinsi bergerak mempercepat pembangunan di daerah masing-masing. Tak disangkal kemungkinan muncul tantangan “perpecahan”, karena daerah yang dulu bersatu, kini berdiri sendiri. Momentum STC 2023 menyadarkan pentingnya membangun persatuan dan persatuan sesama orang Papua.

“Agar ikatan persaudaraan kita terjaga dan unsur ikatan budaya itu tetap dihidupkan, maka momentum Sail Teluk Cenderawasih diharapkan menjadi pemicu bagaimana kita menerjemahkan Papua sebagai wilayah yang damai,” tutur Musa’ad kepada awak media di Jakarta.

Lebih jauh Muhammad Musa’ad mengatakan, orang Papua juga harus membangun persatuan ekonomi agar bebas dari kemiskinan dan kebodohan.

Untuk membangun persatuan ekonomi orang Papua, Musa’ad mengatakan potensi alam Papua perlu dikelola secara bijak demi meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga tak ada ketimpangan di provinsi-provinsi. Semua harus tumbuh bersama menjadi sebuah kekuatan.

Betapa kaya hasil Bumi Papua, baik di darat, laut, maupun udara. Momentum Sail Teluk Cenderawasih untuk mempromosikan produk lokal Papua maupun hasil kekayaan perikanan Papua.

Karena itu STC 2023 harus berkelanjutan dan dilakukan dari tahun ke tahun. “Papua itu luas dan besar. Tak mungkin dibangun sekali jadi. Harus berkelanjutan. Maka kegiatan Sail ini harus berkelanjutan. Akan ada banyak program yang digulirkan usai Sail ini. Namun satu hal yang cukup penting adalah bagaimana kami meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia dan investor terhadap Papua, bahwa Papua itu aman dan unik sehingga Anda boleh datang melihat Papua dari dekat,” ungkap Musa’ad.

Setelah ini, akan diadakan konsolidasi dengan semua pemerintah daerah di Papua untuk membuat event bersama dan menjadi suatu kekuatan, agar orang datang ke Papua tidak hanya melihat sebatas Raja Ampat saja, tetapi bisa menikmati Teluk Cenderawasih di Biar, Teluk Jayapura, bahkan ke Merauke dan Wamena.

“Ini yang belum tertata dengan baik, sehingga kami berharap Sail Teluk Cenderawasih ini menjadi kesempatan untuk mengundang banyak orang ke Papua, menarik hati investor lokal maupun mancanegara untuk melihat Papua, karena Papua itu unik, indah bak surga yang tersembunyi,” ajak Muhammad Musa’ad.

Pertumbuhan signifikan terlihat pada produk-produk lokal UMKM, seperti produk kuliner dan tekstil serta pelbagai aksesoris. Terkait batik Papua, Musa’ad mengungkapkan perlu mengedepankan batik original Papua. Ada banyak “batik Papua” yang tidak memaknai adat dan budaya Papua. Batik otentik Papua itu yang terus dipromosikan.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Jakarta dan pimpinan Sarinah karena telah mengunjungi pameran dan festival budaya Papua. Saya berharap, suatu saat Anda bisa datang ke Papua, karena memang Papua itu indah, nyaman, aman, dan penuh persaudaraan,” pungkas Ketua Panitia Sail Teluk Cenderawasih 2023, Muhammad Musa’ad. (Rika).