18 April 2024
Nasional

Bahan Alam Diolah Dengan Teknologi Modern Menghasilkan Obat Herbal Alami

Jakarta, Penambahan harian kasus Covid-19 di tanah air melesat tajam. Ketua satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut mereka yang belum pernah terkena Covid-19 jadi pihak paling rentan tertular Omicron subvarian XBB.

Baru-baru ini Covid subvarian Omicron XBB memang gencar meneror masyarakat dengan gejala yang mirip dengan varian Corona lainnya, seperti :

1. Demam dan menggigil.
2. Batuk.
3. Nyeri Kepala.
4. Pilek/Flu.
5. Mual.
6. Diare.

dr.Erlina Burhan, SpP(K) menyebut subvariant ini sangat unik lantaran lebih rentan menyerang orang yang belum pernah terinfeksi COVID-19.

“Ini didominasi oleh pasien yang belum pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya atau disebut juga COVID-naive,” ucapnya saat konferensi pers, Kamis (3/11/2022).

Dia pun mengimbau masyarakat yang belum terkena COVID-19 untuk segera melengkapi vaksinasi, baik primer (dosis satu dan dua) maupun booster (dosis ketiga) untuk mencegah risiko perburukan gejala dari subvarian Omicron ini.

Menanggapi hal ini Nucleus Farma berinovasi dengan bahan alam yang diolah dengan teknologi modern sehingga menghasilkan produk bernama ONOCOLGEN yang dapat meredakan gejala selesma seperti gejala Omicron XBB tersebut. “Kami memang berinovasi dengan mengolah ekosistem hayati dan tentunya didukung oleh para peneliti, baik didalam maupun diluar negeri yang sangat ahli di bidangnya sehingga Onocolgen dapat menjadi pilihan utama dan pertama untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa pandemi ini,” tutur Edward Basilianus selaku CEO Nucleus Farma.

Onocolgen dibuat dari rempah-rempah asli Indonesia seperti Zingiber officinale rhizome extract (Jahe), Camelia sinensis folium extract (Daun Teh), Cinnamomum burmani cortex extract (Kayu Manis), serta Mentha arvensis folium extract (Daun Mint) yang sudah lama terbukti sebagai ramuan herbal untuk mengobati hidung tersumbat, nyeri kepala, badan terasa pegal, serta batuk.(MC/PR)