30 May 2024
Nasional

Anak di Bawah Umur 12 Tahun Sudah Bisa Nonton NUSSA di Bioskop

Para orang tua kini sudah diperbolehkan membawa anak-anak di bawah umur 12 tahun ke bioskop untuk menyaksikan film NUSSA jika memungkinkan.

Kebijakan ini berlaku khusus untuk kota-kota di Jawa dan Bali, yang masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 dan 2.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan kapasitas bioskop untuk Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali yang sudah masuk dalam level 1 dan 2 bisa dinaikkan menjadi 70% saat ini.

Meski demikian, Luhut tetap menegaskan pelonggaran ini tetap diiringi pelaksanaan Prokes (Protokol kesehatan) serta syarat ketat yang wajib dipatuhi.
Seperti wajib penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining awal masuk bioskop.

Hingga wajibnya pendampingan untuk anak di bawah usia 12 tahun oleh orang tua.
Adapun sebagian tempat yang sudah masuk pemberlakuan PPKM level 1 dan 2 adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Denpasar, dan Aceh.

Sutradara film NUSSA, Bony Wirasmono, mengungkapkan rasa bahagianya.
Ia senang lantaran para orang tua dapat mengajak dan mendampingi anak-anak mereka menonton di bioskop dengan perasaan aman dan nyaman.

“Tentu senang rasanya, rasa rindu menikmati pengalaman menonton di bioskop sudah bisa terobati. Orang tua kini bisa mendampingi anak-anak mereka untuk menyaksikan serunya petualangan Nussa dan Rarra.”

“Namun jangan lupa, protokol kesehatan tetap harus dijaga selama berada di bioskop ya!” ungkap Bony.

“Para kreator berupaya mengembangkan teknologi animasi baru, sehingga kualitas film NUSSA berbeda dengan series-nya.”

“Salah satunya seperti menggunakan teknologi hair-system, di mana setiap helai rambut karakter film Nussa dibuat satu persatu dengan lebih detil,” tutur Bony.

Diproduseri oleh Anggia Kharisma, film NUSSA berkisah tentang seorang anak bernama Nussa.
Nussa ingin membuat bangga Ayahnya dengan memenangkan kembali lomba sains di sekolahnya.

Namun, ia harus berhadapan dengan Jonni, anak baru dan seorang rival lomba yang lebih ungul darinya.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.