14 June 2024
Internasional

Indonesia EBTKE ConEx 2022 Kembali Diselenggarakan Secara Online, Mengusung Tema ‘Energy Transition, From Commitment to Action

 
Jakarta, Menuju penyelenggaraan konferensi dan pameran Indonesia EBTKE ConEx tahun 2022, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI/IRES) mengadakan Launching  The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2022 pada hari Kamis (2/6) secara virtual.

Acara launching ini dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Dadan Kusdiana; Ketua Umum METI, Surya Darma; serta Ketua Penyelenggara Indonesia EBTKE ConEx 2022, Paul Butarbutar. Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-11 ini akan akan dilaksanakan pada 10 – 15 Oktober 2022 mendatang. Acara ini menjadi referensi industri tentang pentingnya energi berkelanjutan demi masa depan serta menghadirkan rangkaian yang komprehensif dan perspektif untuk mengadvokasi adopsi berkelanjutan energi dan akhirnya mencapai bauran energi yang ditargetkan 23% pada tahun 2025.
 
“Tahun ini Pemerintah menetapkan komitmen baru yang lebih kuat dari pada tahun lalu untuk aksi iklim dan transisi energi guna prospek yang lebih baik untuk transisi energi di Indonesia. Kebijakan utama seperti target net-zero emisi, moratorium PLTU, dan implementasi harga karbon ini memberikan nada positif bagi transisi energi di tahun-tahun mendatang. Maka dari itu saya berharap kegiatan Indonesia EBTKE ConEx tahun ini dapat menjadi tempat seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan agar transisi energi dapat berjalan sesuai jalurnya. Semoga kegiatan ini juga berjalan dengan sukses dan tidak hanya menjadi puncak acara namun juga dapat menjadi puncak semua komitmen yang telah kita paparkan,” Ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Dadan Kusdiana.
 
Virtual Indonesia EBTKE ConEx 2021 tahun lalu, berhasil menghadirkan 5.000 partisipan dari 48 negara, selama 5 (lima) hari penyelenggaraannya. Indonesia EBTKE ConEx 2021 juga menghadirkan 6 Plenary Sessions, 3 Summit, dan 10 Parallel Sessions, dengan menghadirkan 31 Keynote Speech, 30 moderator serta 156 narasumber. Ketua Umum METI, Surya Darma, berharap penyelenggaraan Indonesia EBTKE ConEx 2022 dapat menghasilkan diskusi serta hasil yang baik dan bisa merubah komitmen menjadi aksi seperti tema yang diusung tahun ini yaitu ‘Energy Transition, From Commitment To Action’.
 
“Pada tahun 2021, meskipun pelaksanaan Indonesia EBTKE ConEx dilakukan secara daring (online), hal tersebut tidak menurunkan minat para pemangku kepentingan di industri Energi Terbarukan.  Pada tahun 2022 ini, Indonesia EBTKE ConEx 2022 mendapatkan kehormatan untuk menjadi bagian dari pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia, sebagai salah satu side event, dimana salah satu isu hangat yang memiliki tingkat urgensi tinggi adalah transisi energi berkelanjutan.  Hal ini merupakan jawaban terhadap berbagai komitmen yang telah dibuat oleh banyak pihak terutama oleh Pemerintah, yang perlu mendapatkan langkah aksi yang jelas dan tepat untuk memenuhi target NZE tahun 2060 atau lebih awal. Pelaksanaan ini adalah sebagai perwujudan dedikasi METI untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan dari Energi Terbarukan dan pelaksanaan Konservasi Energi secara intensif di Indonesia dan juga secara global,” tutur Surya Darma.
 
Indonesia EBTKE ConEx 2022 merupakan kegiatan tahunan dari Masyarakat Energi Terbarukan  Indonesia (METI/IRES) yang didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Indonesia EBTKE ConEx 2022 juga merupakan side event dari kegiatan Presidensi Indonesia G20. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya pendanaan dalam percepatan transisi energi, dan Presidensi G20 menjadi forum untuk memobilisasi kebutuhan tersebut.  Kegiatan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan dan asosiasi energi terbarukan di dalam maupun luar negeri ini, dan menjadi ajang bertukar pikiran dari berbagai pihak kepentingan dan pelaku industri dalam bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi.
 
Kegiatan Launching Indonesia EBTKE ConEx 2022 dilanjutkan dengan Bincang-Bincang METI dengan topik ‘Energy Transition, From Commitment To Action’. Acara ini dipandu oleh Lucia Ismoyo Rukmi selaku moderator, dan menghadirkan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana;  Chief Executive Officer PT Pertamina Power Indonesia, Dannif Danusaputro;  CEO Medco Power Indonesia, Eka Satria;  serta Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto sebagai narasumber.
 
Komitmen pengembangan energi terbarukan didukung tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari para pelaku usaha dan BUMN. Seperti yang diungkapkan oleh CEO PT Pertamina Power Indonesia, Dannif Danusaputro, Pertamina melalui sub-holding PNRE (power and new renewable energy) mempunyai visi Indonesia’s Green Champion pada tahun 2026 melalui tiga pilar strategis yaitu low carbon solutions, new and renewable energy, dan future business. Pertamina juga telah membangun beberapa proyek EBT seperti geotermal, hidrogen, bioenergi, green industrial cluster, EV battery and energy storage system, dan lain-lain.
 
Hal ini juga telah diwujudkan oleh PT PLN, seperti yang disampaikan oleh Wiluyo Kusdwiharto bahwa PLN telah membuat realisasi dan progres inisiatif menuju Carbon Neutral 2060 seperti pembangunan pembangkit EBT sebesar 623 MW pada tahun 2021 dan tambahan 57 MW pada April 2022, pemanfaatan biomassa mencapai 285 ribu ton, implementasi cofiring di 31 lokasi, dan progres konstruksi PLTP Sorik Merapi yang sudah mencapai 96%. Lebih lanjut PLN menargetkan penambahan kapasitas EBT pada tahun 2030 sesuai RUPTL yang direncanakan sebesar 20,9 GW. Pembangkit EBT akan mendominasi penambahan kapasitas pembangkit dengan total bauran energi di tahun 2030 sebesar 24,8%.
 
Sementara itu dari sisi pelaku bisnis, Medco Power juga telah mencanangkan strategi dalam komitmen energi bersih. Medco Power membuat tiga strategi yaitu emissions intensity reduction, transition to low carbon energy, dan manage emerging physical climate risks. Medco Power juga telah membangun solar PV rooftop di area operasional dan geotermal di Sarulla sebesar 330 MW. Eka Satria, CEO Medco Power Indonesia, mengungkapkan harapannya untuk kemajuan pengembangan dan transisi energi terbarukan semua sektor harus terlibat, baik itu dari sektor besar seperti dari perusahaan BUMN maupun dari sektor UMKM. Semua sektor mempunyai andil untuk bersama-sama mewujudkan transisi energi bersih di Indonesia.