30 May 2024
Internasional

Dewan Keamanan PBB Mengutuk Serangan Teror di Kabul, Diplomat Russia: Memperburuk Situasi di Afghanistan

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyetujui sebuah pernyataan yang mengutuk serangan teror 26 Agustus di Kabul dan menyerukan agar para pelaku, penyelenggara dan pendukung serangan teroris itu bertanggung jawab, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan di PBB pada hari Jumat.

Anggota dewan menegaskan bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman yang lebih serius terhadap perdamaian dan stabilitas internasional. “Dengan sengaja menargetkan warga sipil dan personel yang membantu evakuasi warga sipil sangat menjijikkan dan harus dikutuk,” kata dewan, menekankan perlunya menuntut pertanggungjawaban pelaku, penyelenggara, pemodal dan sponsor.

Pernyataan itu mencatat bahwa organisasi Negara Islam Khorasan (ISIS-K) (dilarang di Rusia) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Peran gerakan Taliban (dilarang di Rusia) tidak disebutkan dalam pernyataan itu.

Anggota dewan juga “menegaskan kembali pentingnya memerangi terorisme di Afghanistan untuk memastikan wilayah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk mengancam atau menyerang negara mana pun, dan bahwa tidak ada kelompok atau individu Afghanistan yang boleh mendukung teroris yang beroperasi di wilayah negara mana pun. ” Mereka menekankan perlunya semua negara untuk memerangi ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional yang diwakili oleh serangan teror dengan menggunakan segala cara yang mungkin sesuai dengan Piagam PBB dan kewajiban lainnya, termasuk hukum humaniter internasional, hukum pengungsi internasional dan hak asasi manusia.

Pernyataan itu juga menggarisbawahi perlunya memastikan keamanan personel PBB di Afghanistan serta staf diplomatik negara-negara anggota PBB. Dewan Keamanan PBB “menyeru semua pihak terkait untuk menghormati dan memfasilitasi evakuasi warga sipil yang aman.” Dokumen itu tidak menyentuh masalah politik, termasuk pengakuan pemerintah Taliban, serta tenggat waktu evakuasi dari Afghanistan.

Pada tanggal 26 Agustus, dua ledakan kuat yang dipicu oleh pelaku bom bunuh diri terjadi di dekat gedung bandara Kabul yang digunakan oleh negara-negara Barat untuk mengevakuasi warga asing. Menurut informasi terakhir, 170 orang tewas dalam serangan teror itu, termasuk 13 prajurit AS.

Pihak Rusia menyatakan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka.

Dilansir dari TASS, Serangan teror di dekat bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 170 orang dan melukai lebih dari 200 orang dimaksudkan untuk memperburuk situasi yang sudah sulit di Afghanistan. Rusia menyerukan normalisasi situasi di negara itu secepatnya, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Jumat.

‚ÄúSerangan yang dilakukan di tengah evakuasi kontingen militer asing dari Afghanistan adalah upaya untuk memperumit situasi yang sudah sulit di negara itu. Kami menyerukan normalisasi secepatnya situasi tegang di sekitar bandara Kabul. Kami berharap pemulihan perdamaian dan keamanan di Afganistan,” katanya.

Pihak Rusia menyatakan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka, tambahnya.

Pada 26 Agustus, dua ledakan mengguncang daerah dekat bandara Kabul, tempat negara-negara Barat mengevakuasi warga asing. Serangan teror itu dilakukan oleh teroris Negara Islam (dilarang di Rusia). Menurut laporan terbaru, setidaknya 170 orang, termasuk 13 tentara AS, tewas. Presiden AS Joe Biden mengatakan setelah serangan itu bahwa Amerika Serikat akan menemukan mereka yang bertanggung jawab untuk itu dan sudah merencanakan serangan terhadap Negara Islam. Gerakan Taliban (dilarang di Rusia), yang telah merebut kekuasaan di Afghanistan, mengutuk serangan teror itu dan juga berjanji akan menghukum mereka yang bertanggung jawab.

sumber : TASS