News

Film Baru Memburu Pemangsa Hadirkan Perburuan Empat Jurnalis Perempuan dalam Horror-Crime-Action Penuh Ketegangan

 

Jakaeta, Sutradara Umay Shahab membawa keresahan terhadap kekerasan pada anak ke dalam film terbarunya berjudul “Memburu Pemangsa” yang mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui genre horor, crime, dan action.

Umay mengatakan keresahan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai mantan artis cilik yang membuatnya menyadari adanya situasi tidak nyaman yang dapat dialami anak ketika berada di lingkungan orang dewasa.

“Mungkin karena aku kan dulu mantan artis cilik, di sini Prilly juga, Yasamin juga, ada Jordan juga. Jadi maksudnya, kita pasti ketika masih kecil pernah mungkin merasakan hal-hal yang tidak nyaman yang terjadi,” kata Umay dalam konferensi pers film “Memburu Pemangsa” di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Pengalaman tersebut, kata dia, kemudian memunculkan amarah terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan kepada anak dan mendorongnya menyampaikan isu tersebut melalui film layar lebar.

“Kalau aku personal, ada momen-momen yang terjadi yang membuat aku jadi punya amarah yang begitu besar terhadap para pemangsa anak, yang aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop,” ujar mantan artis cilik itu.

Umay menilai isu tersebut penting diangkat karena kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

Ia menyebut berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak pada 2025.

“Angkanya selalu bertambah setiap tahunnya,” kata Umay.

Melalui “Memburu Pemangsa”, Umay ingin menyampaikan keresahan tersebut sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap anak.

Ia mengatakan film yang akan tayang pada 24 September 2026 tersebut berfokus pada unsur teknis dan hiburan serta pada isu yang ingin disampaikan kepada penonton.

“Di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya, yang lebih penting adalah bagaimana kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis,” katanya.

FilmFam Baru Memburu Pemangsa Hadirkan Perburuan Empat Jurnalis Perempuan dalam Horror-Crime-Action Penuh Ketegangan

Sutradara Umay Shahab membawa keresahan terhadap kekerasan pada anak ke dalam film terbarunya berjudul “Memburu Pemangsa” yang mengangkat isu kekerasan terhadap anak melalui genre horor, crime, dan action.

Umay mengatakan keresahan tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai mantan artis cilik yang membuatnya menyadari adanya situasi tidak nyaman yang dapat dialami anak ketika berada di lingkungan orang dewasa.

“Mungkin karena aku kan dulu mantan artis cilik, di sini Prilly juga, Yasamin juga, ada Jordan juga. Jadi maksudnya, kita pasti ketika masih kecil pernah mungkin merasakan hal-hal yang tidak nyaman yang terjadi,” kata Umay dalam konferensi pers film “Memburu Pemangsa” di Jakarta, Senin.

Pengalaman tersebut, kata dia, kemudian memunculkan amarah terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan kepada anak dan mendorongnya menyampaikan isu tersebut melalui film layar lebar.

“Kalau aku personal, ada momen-momen yang terjadi yang membuat aku jadi punya amarah yang begitu besar terhadap para pemangsa anak, yang aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop,” ujar mantan artis cilik itu.

Umay menilai isu tersebut penting diangkat karena kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

Ia menyebut berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak dan 12 ribu kasus kekerasan seksual terhadap anak pada 2025.

“Angkanya selalu bertambah setiap tahunnya,” kata Umay.

Melalui “Memburu Pemangsa”, Umay ingin menyampaikan keresahan tersebut sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap anak.

Ia mengatakan film yang akan tayang pada 24 September 2026 tersebut berfokus pada unsur teknis dan hiburan serta pada isu yang ingin disampaikan kepada penonton.

“Di luar filmnya, di luar teknis yang ada di filmnya, yang lebih penting adalah bagaimana kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis,” katanya.

Film “Memburu Pemangsa” dibintangi antara lain Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Andri Mashadi, Jordan Omar, dan Teuku Rifnu Wikana.

Film tersebut mengikuti sekelompok jurnalis yang melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Cerita kemudian berkembang ketika mereka berhadapan dengan sosok pemangsa yang digambarkan memiliki sisi lebih mengerikan daripada makhluk gaib. “Memburu Pemangsa” dibintangi antara lain Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, Yasamin Jasem, Andri Mashadi, Jordan Omar, dan Teuku Rifnu Wikana.

Film tersebut mengikuti sekelompok jurnalis yang melakukan investigasi terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Cerita kemudian berkembang ketika mereka berhadapan dengan sosok pemangsa yang digambarkan memiliki sisi lebih mengerikan daripada makhluk gaib.