Dunia

Ketegangan Iran-AS Meningkat Usai Gelombang Serangan Terbaru

FAJAR METRO – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan operasi militer yang sedang berlangsung saat ini difokuskan untuk menghancurkan infrastruktur ofensif milik Amerika Serikat di kawasan. IRGC juga menegaskan operasi akan berlanjut ke tahap berikutnya dan menepis anggapan bahwa konflik akan berubah menjadi perang berkepanjangan yang menguras kedua belah pihak.

Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi melalui platform media sosial X pada Kamis dini hari mengatakan pihak yang disebutnya sebagai “musuh” tidak boleh beranggapan dapat mempertahankan situasi pertempuran seperti saat ini atau mengubah konflik menjadi perang atrisi.

Ia mengatakan operasi Iran saat ini berfokus pada penghancuran infrastruktur ofensif Amerika Serikat di kawasan, sementara tahapan operasi berikutnya akan dimulai setelah itu.

Ledakan kembali terjadi di sejumlah kota Iran

Pernyataan Mohebbi disampaikan setelah gelombang baru ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran, bersamaan dengan pengumuman Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengenai serangan tambahan ke wilayah negara tersebut.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut menyasar kemampuan militer Iran yang diklaim digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.

Ketegangan terus meningkat

Serangan terbaru terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz.

Pasukan Amerika Serikat terus melancarkan serangan ke Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan, meskipun sebelumnya kedua pihak telah menyepakati kerangka nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan sebagai langkah menuju penyelesaian konflik secara permanen.

Reposter: Yamin Panggabean