Pendidikan

MPLS Ramah Anak 2026-2027 SMA Negeri 3 Purwakarta Disiplinkan Murid Melalui Pola Hidup Sehat

FAJAR METRO – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 bagi siswa baru Kelas 10 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Purwakarta Jl. Letkol Abdul Kadir No. 15 Purwakarta 41115 dengan Upacara dipimpin oleh Dr. Erlina Dalisaputra, S.Pt., M.T., menjabat Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan BPPD Provinsi Jawa Barat.

Dalam upacara yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) dengan tema ‘MPLS 2026 RAMAH ANAK’ Erlina selaku Pemimpin Upacara menyampaikan arahan sesuai amanat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai pelayanan edukasi kepada siswa agar mendisiplinkan diri melalui pola hidup sehat.

Kepada Media Erlina Dalisaputra mengatakan bahwa harapan Pak Gubernur tetaplah untuk menjaga kedisiplinan, melalui pembiasaan pola hidup sehat seperti berjalan kaki ke sekolah, berolahraga dan kemampuan mengelola emosi nah yang penting adalah kemampuan mengelola emosi dan menumbuhkan nilai ‘PANCA WALUYA’ yang lima.

“Panca Waluya itu ialah Cager, Bager, Bener, Pinter dan Singer” Jelas Erlina.

“Pak Gubernur juga menyampaikan bahwa kita tidak ada jam malam mulai sekarang tapi jam malam adalah jam untuk istirahat, untuk tidur dan dimulai dengan keesokan paginya dan di sini juga Pak Gubernur menyampaikan untuk tidak berkendaraan motor ke sekolah tetapi bisa jalan kaki ataupun bersepeda.” Imbuhnya.

“Kalau cager itu apa, bener itu apa, pinter itu apa gitu dan singer itu seperti apa dan ini adalah karakter dasar yang ingin dibentuk supaya bisa menjadi pondasi bagi kehidupan selanjutnya.” Pungkas Erlina Dalisaputra.

Senada dengan itu PLT Kepala Sekolah SMAN 3 Purwakarta Dian Mulyana menyatakan, “Alhamdulillah sekarang pembukaan MPLS 2026 berlangsung dengan temanya MPLS Ramah Anak jadi tidak ada perploncoan tapi lebih mengarah ke edukasi, praktek dan pembuktian jadi ada action ada ilmiahnya.”

“Siswa-siswi yang masuk SMA 3 sekarang ini merupakan Gen Alfa kalau enggak salah jadi mereka butuhnya ilmu pengetahuan yang action kemudian ada buktinya, ada input ada proses outputnya.” Lanjut PLT Kepsek Dian.

“Tidak perlu banyak ceramah nah makanya MPLS ini dibuat sedemikian rupa supaya anak tidak bosan. Jadi karena kalau sudah bosan tidak ada manfaatnya.” Jelasnya.

“Jadi pembukaan MPLS ini tidak ada ceremony seperti balon udara dan semacamnya”.

“Kemudian ke anak juga tidak ada perploncoan atau atribut-atribut yang aneh-aneh,”

“Harapan yang ingin dicapai MPLS 2026 ini anak siswa ini bisa menerapkan apa yang sudah didapatkan materi selama MPLS, jadi tidak terlalu jauh lah kadang kan ada pada saat MPLS ingat setelah MPLS lupa.”

“Saya ingin anak-anak itu terus ingat dengan materi yang para pemateri sampaikan” Tutup Dian Mulyana.

Perlu diketahui MPLS Ramah 2026 adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.

Berdasarkan Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026, kegiatan ini wajib bebas dari perpeloncoan, kekerasan, dan perundungan agar sekolah menjadi rumah kedua yang nyaman bagi siswa.

Aturan dan Larangan Utama

Pelaksanaan MPLS harus mematuhi beberapa aturan penting guna menjamin hak-hak anak:

Tanpa Kekerasan dan Perpeloncoan:

Segala bentuk tindak kekerasan fisik maupun psikologis sangat dilarang.

Atribut Wajar:

Siswa tidak boleh diberikan tugas membawa atau mengenakan atribut yang tidak masuk akal maupun tidak edukatif.

Larangan Pungutan:

Sekolah dilarang melakukan pungutan liar atau meminta biaya tambahan terkait kegiatan ini.

Keterlibatan:

Penyelenggara kegiatan adalah guru dan pihak sekolah, bukan melibatkan alumni yang berpotensi memicu perpeloncoan.

Fokus Materi MPLS Ramah 2026

Untuk membantu adaptasi murid baru, sekolah diwajibkan memberikan enam materi inti meliputi:

1. Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

2. Program Pagi Ceria sebagai pembuka hari yang menyenangkan.

3. Edukasi sopan santun saat bermedia sosial.

4. Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).

5. Pembiasaan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

6. Gerakan Rukun Sama Teman (GRST).

Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan serangkaian tes dan survei untuk membantu guru mengenali potensi dan karakteristik murid baru.(YP)

Reporter: Yamin Panggabean

Media: fajarmetro.com