Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Lakukan Uji Coba JakSIMPUS Wujudkan Akses Data Kesehatan yang Terintegrasi dalam Satu Ekosistem
FAJAR METRO – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta resmi memulai persiapan uji coba sistem informasi kesehatan terpadu, JakSIMPUS, melalui kegiatan sosialisasi di Ruang Auditorium Lantai 2 Gedung Dinkes DKI Jakarta, Jumat (10/7). Kegiatan ini menandai langkah strategis pemerintah provinsi dalam menghadirkan ekosistem layanan kesehatan primer yang adaptif, fleksibel, dan berbasis data, sehingga masyarakat Jakarta dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan seamless antar-fasilitas kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 12.00 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari lima Suku Dinas Kesehatan serta sepuluh Puskesmas kecamatan terpilih beserta 72 Puskesmas Pembantu (Pustu) di bawahnya sebagai lokus uji coba. Kehadiran para Penanggung Jawab (PJ) Klaster, Petugas IT, dan Kepala Puskesmas menegaskan komitmen jajaran kesehatan daerah untuk memastikan transisi sistem berjalan lancar demi kenyamanan dan keselamatan pasien.
Materi teknis disampaikan oleh Denis Enrico Hasyim dan Nuris Akbar dari UPT Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesehatan Daerah (Pusdatin). Mereka memaparkan bahwa JakSIMPUS bukan sekadar aplikasi pencatatan medis, melainkan berfungsi sebagai HUB Data Kesehatan Terpadu. Sistem ini dirancang dengan arsitektur Agile Development yang tidak kaku (vendor-locked), mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan regulasi Kemenkes maupun BPJS, serta memungkinkan kustomisasi fitur penuh sesuai kebutuhan spesifik layanan di Jakarta.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Octoviana Carolina S., M.K.M., menekankan bahwa percepatan implementasi JakSIMPUS adalah wujud responsivitas pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan layanan modern. “JakSIMPUS adalah komitmen kami menghadirkan ekosistem layanan yang terpadu. Dengan sistem yang adaptif ini, kami memastikan setiap perubahan kebijakan kesehatan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui layanan Puskesmas yang lebih responsif. Ketika warga berobat di satu Puskesmas, dokter bisa langsung melihat riwayat lengkap dari faskes lain tanpa hambatan sekat data,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala UPT Pusdatin, dr. Muhammad Fahrisal Arief, menjelaskan bahwa integrasi data ini didukung oleh Dashboard Grafana yang memungkinkan pemantauan performa layanan secara real-time. “Sebagai HUB Data, JakSIMPUS memungkinkan pertukaran data lintas sektor secara real-time. Bagi masyarakat, ini berarti jaminan akses data kesehatan yang terintegrasi dan aman. Kami juga menerapkan mekanisme eskalasi ketat; jika terjadi kendala kritis selama uji coba mulai 20 Juli nanti, petugas dapat segera beralih ke sistem lama dalam waktu 5 menit demi menjamin kelangsungan pelayanan dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Melalui uji coba JakSIMPUS ini, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta berharap dapat menciptakan standar layanan kesehatan primer yang merata dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, scalable, dan didukung visibilitas data penuh bagi pimpinan, diharapkan tidak ada lagi hambatan birokrasi data yang merugikan pasien, sehingga target mewujudkan Jakarta sebagai kota sehat dengan layanan digital yang inklusif dan manusiawi dapat tercapai secara berkelanjutan. [YP/RN]



