Partai Indonesia Raya Gelar Talkshow Kebangsaan: “Indonesia di Tengah Konflik Global: Kebangkitan Nasional untuk Ekonomi Mandiri dan Kepemimpinan Berdaulat”
FAJAR METRO — Partai Indonesia Raya menyelenggarakan Talkshow Kebangsaan bertema “Indonesia di Tengah Konflik Global: Kebangkitan Nasional untuk Ekonomi Mandiri dan Kepemimpinan Berdaulat” secara hybrid bertempat di Aula Universitas Salakanagara, pada Rabu, 3 Juni 2026, mulai pukul 07.30 WIB sampai selesai.
Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh jajaran pengurus DPP Partai Indonesia Raya, perwakilan pengurus DPD, serta diikuti oleh 286 peserta secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap arah kebangsaan Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, tekanan ekonomi dunia, serta kebutuhan akan kepemimpinan nasional yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
Talkshow ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari kalangan akademisi, pakar hukum tata negara, komunikasi politik, serta purnawirawan TNI, yaitu:
Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, S.H., M.H.
Guru Besar Hukum Tata Negara, Rektor, Purnawirawan Militer, Ketua Umum Partai Indonesia Raya
Subtema: Keynote Speaker PARINDRA
Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H.
Guru Besar Hukum Tata Negara
Subtema: Menjaga Konstitusi dan Demokrasi di Tengah Tekanan Politik dan Krisis Global
Prof. Dr. Lely Arriane, M.Si.
Guru Besar Komunikasi Politik
Subtema: Komunikasi Politik Kebangsaan dalam Membangun Optimisme dan Persatuan di Era Krisis Global
Mayjen TNI (Purn.) Daniel Chardin, S.E., M.Si.
Purnawirawan Mayjen TNI, Sekjen Partai Indonesia Raya
Subtema: Ketahanan Nasional dan Konsolidasi Politik Kebangsaan dalam Menghadapi Ancaman Global
Mayjen TNI (Purn.) Fulad, S.Sos., M.Si.
Mantan Penmil PTRI di PBB
Subtema: Diplomasi Pertahanan Indonesia dan Tantangan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Iran–AS–Israel
Mayjen TNI Dr. Ir. Pujo Widodo, S.E., S.H., S.T., M.A., M.D.S., M.Si., M.Si.Han.
Akademisi, Mantan Dekan Universitas Pertahanan
Subtema: Membangun Generasi Pemimpin Strategis: Ketahanan Nasional, Pendidikan, dan Masa Depan Indonesia
Dalam keynote speech-nya, Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, S.H., M.H. menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan tatanan global. Menurutnya, konflik internasional, perang ekonomi, krisis pangan, tekanan energi, dan kompetisi geopolitik harus dijawab dengan konsolidasi nasional, kemandirian ekonomi, penguatan konstitusi, serta lahirnya kepemimpinan yang berani, visioner, dan berpihak kepada rakyat.
“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Kebangkitan nasional hari ini bukan hanya soal mengenang sejarah, tetapi membangun kekuatan ekonomi rakyat, menjaga kedaulatan politik, memperkuat pertahanan nasional, dan memastikan kepemimpinan bangsa tetap berlandaskan konstitusi serta kepentingan rakyat,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam talkshow tersebut.
Para narasumber menyoroti bahwa konflik global berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional, harga kebutuhan pokok, keamanan energi, nilai tukar, serta arah diplomasi Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan strategi nasional yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam memperkuat ketahanan ekonomi, pertahanan, pendidikan, teknologi, dan persatuan politik kebangsaan.
Talkshow ini juga menekankan pentingnya komunikasi politik yang menyejukkan, tidak memecah belah, serta mampu membangun optimisme masyarakat. Dalam situasi global yang tidak menentu, persatuan nasional dipandang sebagai modal utama untuk menjaga stabilitas demokrasi, memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, dan memastikan pembangunan nasional tetap berjalan secara berkeadilan.
Melalui kegiatan ini, Partai Indonesia Raya menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai kekuatan politik yang dekat dengan rakyat, berpihak kepada kepentingan nasional, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi masa depan Indonesia. Talkshow ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi pemikiran kebangsaan antara akademisi, tokoh militer, pengurus partai, dan masyarakat luas.
Sebagai penutup, forum menyepakati bahwa kebangkitan nasional di tengah konflik global harus dimaknai sebagai panggilan untuk memperkuat ekonomi mandiri, menjaga demokrasi konstitusional, memperkokoh pertahanan nasional, serta melahirkan kepemimpinan Indonesia yang berdaulat, bermartabat, dan berpihak kepada rakyat.(red)



