EkbisGayahidup

Musyawarah Kerja SPKTPTP Tahun Anggaran 2025, Bersama di Garis Perjuangan Menuju Era Digital 

FAJAR METRO – Dalam rangka meningkatkan tugas, fungsi dan kualitas anggota, Serikat Pekerja Khusus TKBM Pelabuhan Tanjung Priok (SPKTPTP) menggelar Musyawarah Kerja untuk tahun anggaran 2025, berlangsung di Wisma Ananda Jogjakarta, dari tanggal 5-7 Juni 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Kesejahteraan di Garis Perjuangan Menuju Impian Bersama di Era Modern” yang selaras dengan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Sejahtera TKBM Pelabuhan Tanjung Priok mengusung Profesionalisme dan Digitalisasi anggota.

Implementasi ini didukung penuh oleh pemerintah melalui strategi nasional untuk meningkatkan daya saing logistik nasional.

Dalam Kesempatan ini Ketua SPKTPTP, Apriyanto mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan Musker sebanyak 32 orang terdiri dari Mandor-Mandor yang berafiliasi dengan SPKTPTP.

“Targetnya kita ciptakan organisasi yang rukun dan beradab untuk digitalisasi dan modernisasi ke depan ini.”

“Kita juga mengundang beberapa tamu penting, ketua koperasi, eeh BUMN, PN, SNI serta DPD.” Demikian Ketua Apriyanto..

Perlu diketahui program Moderenisasi dan Digitalisasi pekerja pelabuhan adalah transformasi sistem tata kelola dan operasional Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang beralih dari pencatatan manual menjadi serba terintegrasi berbasis digital.

Hal ini bertujuan untuk memangkas biaya logistik, menciptakan transparansi, dan mempercepat proses bongkar muat di kawasan pelabuhan.

Program modernisasi ini membawa beberapa perubahan operasional utama seperti:

•Pendaftaran dan Penugasan Terpadu: Distribusi pekerjaan TKBM kini menggunakan aplikasi dan platform khusus untuk mencegah pungutan liar dan praktik percaloan.

•Otomatisasi Administrasi: Penggunaan software manajemen terminal dan sistem digital untuk tally man (pencatat kargo) menggantikan pencatatan kertas konvensional, sehingga data lebih akurat dan real-time.

•Pemantauan Keselamatan (IoT): Penerapan teknologi pemantauan digital yang terhubung dengan ruang kontrol untuk memastikan pekerja mematuhi protokol keselamatan dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

•Peningkatan Keahlian: Pelatihan rutin diberikan kepada pekerja agar terbiasa mengoperasikan alat berat modern dan teknologi pelabuhan pintar (smart port).Implementasi ini didukung penuh oleh pemerintah melalui strategi nasional untuk meningkatkan daya saing logistik nasional.

Reporter: Yamin Panggabean