News

Turun ke Masyarakat, Anggota DPRD Fraksi PSI Elva Farhi Qolbina,S.Sos Melaksanakan Sosperda tentang Kesehatan

Jakarta, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Elva Farhi Qolbina, S.Sos melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) sebagai bagian dari tugas kedewanan untuk mengedukasi masyarakat terkait aturan-aturan yang berlaku di daerah, Minggu (10/5/2026) di kantor DPD PSI Jakarta.

Tema Sosperda adalah Perda No. 4 tahun 2009 tentang sistem kesehatan daerah.
Sejumlah kegiatan sosialisasi tentang kesehatan yakni merawat kesehatan mental dan menu sehat, hidup berkualitas untuk menyebarluaskan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peraturan daerah (Perda) tentang kesehatan yang berlaku.
Elva Farhi Qolbina, S.Sos mengatakan urusan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah untuk mencapai peningkatan fungsi pengawasan terhadap produk hukum daerah tentang kesehatan. Dewan memiliki tiga fungsi yaitu pertama fungsi legislasi adalah membuat peraturan daerah tentang sistem pendidikan, kesehatan dan lainnya.
“Fungsi yang kedua adalah anggaran yaitu bagaimana mengalokasikan anggaran yang jumlah nya besar yakni sekira 89 triliun. Hal ini harus dibagi bagaimana misalnya kami mau mengajukan anggaran pendidikan sekira 20 triliun dan anggaran dinas sosial sekira 9 triliun antara untuk lansia dan sosial lainnya,” kata Elva Farhi Qolbina yang juga anggota komisi V DPRD Jakarta

Lanjutnya, fungsi ketiga adalah pengawasan misalnya bagaimana anggaran tersalurkan dengan pengawasan terhadapan pembagian anggaran. Hal ini biasanya dilakukan pada dua agenda yakni pertama, saat reses dimana anggota DPRD itu tidak boleh dikantor harus turun menyerap aspirasi rakyat, supaya aduan masyarakat bisa di ajukan untuk diakomodir oleh kepastian anggaran. Kedua. Peneingkatan fungsi dan pengawasan terhadap produk hukum daerah.

Tim Psikolog, Farraas Afiefah Muhdiar, M.Psi mengatakan menurut WHO individu yang sehat mental adalah sadar akan kemampuannya, mampu menghadapi stres sehari-hari dengan efektif dan mampu berfungsi secara produktif.
“Stress tidak selalu gangguan mental. Strategi melawan stres yakni tenangkan diri, selesaikan masalah, cari bantuan dan dekatkan diri dengan Tuhan,” ujar Farraas.
Sementara Delia Mihardja menjelaskan hidup sehat dan berkualitas harus ada olah raga dan gizi ataupun asupan nutrisi. Misalnya kaum ibu-ibu bisa melakukan olah raga pilates.dan juga memperhatikan nutrisi atau protein yang bisa didapat dari protein hewani, telur,ikan,susu keju dan lainnya.

Turut hadir organisasi Petisi Brawijaya, Pedagang Keliling (PKL) di depan Rumah Sakit RSCM, dan masyarakat lainnya. (Liber Simbolon)