May Day 2026: Dari Isu Tragedi Kecelakaan Kereta Hingga Pendidikan Gratis Juga Dibahas Dalam Dialog KSPI Bersama Presiden Prabowo Subianto
Jakarta, Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa dialog KSPI bersama Presiden Prabowo Subianto menjelang May Day 2026 tidak hanya membahas agenda perburuhan, tetapi juga menyentuh isu keselamatan transportasi publik, tragedi kecelakaan kereta, produktivitas nasional, hingga pendidikan gratis bagi rakyat Indonesia.
Said Iqbal menyampaikan, bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus direndahkan dengan narasi produktivitas rendah. Menurutnya, jika produktivitas dihitung secara umum berdasarkan PDB dibagi jumlah penduduk, Indonesia memang terlihat rendah karena jumlah penduduk besar, angka pengangguran masih tinggi, dan mayoritas angkatan kerja masih berpendidikan SMP ke bawah.
“Tetapi itu tidak fair. Kalau dihitung head-to-head, industry-to-industry, Indonesia tidak kalah dengan Malaysia dan Thailand. Bahkan dalam beberapa sektor, seperti otomotif dan elektronik, produktivitas buruh Indonesia justru lebih baik,” ujar Said Iqbal.
Ia menegaskan, rendahnya upah buruh Indonesia bukan karena produktivitas rendah, melainkan karena masih kuatnya praktik upah murah dan outsourcing. Karena itu, KSPI dan Partai Buruh menolak narasi yang terus-menerus menyalahkan buruh atas persoalan daya saing industri.
Dalam dialog antara KSPI bersama Presiden Prabowo Subianto tersebut, isu pendidikan juga menjadi pembahasan penting. Said Iqbal menyampaikan bahwa KSPI mendukung gagasan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan gratis. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan adalah kunci untuk memperbaiki struktur angkatan kerja Indonesia.
“Partai Buruh berpendapat wajib belajar seharusnya bukan hanya 12 tahun, tetapi 15 tahun, sampai Diploma 3. Bahkan Presiden Prabowo menyampaikan cita-cita agar pendidikan bisa gratis sampai perguruan tinggi. Ini cita-cita yang harus kita dukung total,” tegasnya.
Said Iqbal juga mengusulkan agar buruh yang masih berpendidikan SMP ke bawah diberikan akses pendidikan gratis melalui program Paket C. Pendidikan tersebut dapat dilakukan setiap hari Sabtu selama dua hingga tiga jam sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pekerja.
Selain pendidikan, pertemuan juga menyoroti tragedi kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur. Said Iqbal menyampaikan duka cita kepada para korban, terutama perempuan yang berada di gerbong khusus wanita.
“KSPI dan Partai Buruh meminta PT KAI tidak hanya meminta maaf, tetapi juga melakukan investigasi menyeluruh dan menerapkan standar K3 secara serius. Harus diperiksa apakah penyebabnya sinyal, human error, kelalaian, atau faktor lain,” ujar Said Iqbal.
Ia menegaskan, transportasi adalah bagian dari sektor industri yang wajib menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Karena itu, standar K3 tidak hanya berlaku di pabrik, tetapi juga di transportasi publik, termasuk kereta api, bus, kapal laut, dan transportasi udara.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan underpass dan flyover di sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api. Said Iqbal menyebut KSPI dan Partai Buruh mendukung penuh langkah tersebut karena menyangkut keselamatan nyawa manusia.
“Kami mendukung rencana Presiden Prabowo membangun underpass dan flyover di 1.800 titik perlintasan kereta api. Ini langkah penting untuk melindungi rakyat, termasuk buruh yang setiap hari menggunakan transportasi publik,” kata Said Iqbal.
KSPI dan Partai Buruh juga meminta PT KAI meninjau ulang posisi gerbong khusus perempuan. Menurut Said Iqbal, gerbong perempuan sebaiknya tidak lagi ditempatkan di bagian paling depan atau paling belakang, karena posisi tersebut berisiko tinggi saat terjadi kecelakaan.
“Gerbong perempuan harus ditempatkan di posisi yang paling aman. Perempuan Indonesia, ibu-ibu, pekerja perempuan, harus dilindungi,” pungkas Said Iqbal.
Said Iqbal adalah
Presiden KSPI & Partai Buruh



