Debut Layar Lebar Bunda Corla, ‘Mertua Ngeri Kali’ Tembus 100 Ribu Penonton
JAKARTA, Tren film komedi keluarga dengan latar budaya daerah kembali menunjukkan tajinya di pasar sinema domestik. Film teranyar produksi Im-a-gin-e, Mertua Ngeri Kali, mencatatkan angka kunjungan lebih dari 100.000 penonton hanya dalam tiga hari pertama penayangannya di bioskop seluruh Indonesia.
Angka ini menjadi catatan manis bagi rumah produksi yang sebelumnya melahirkan karya populer seperti Tetangga Masa Gitu? dan OK-JEK. Keberhasilan awal ini disinyalir berkat daya tarik Bunda Corla, yang melakoni debut layar lebarnya sebagai karakter utama bernama Donda.
*Resonansi Budaya dan Komedi yang ‘Relate’*
Kekuatan utama film ini terletak pada ceritanya yang dinilai dekat dengan dinamika keseharian masyarakat. Aktris Ririn Dwi Ariyanti menyebut film ini mampu menguras emosi sekaligus menghibur karena mengangkat isu rumah tangga yang sangat relateable.
Sentuhan etnik juga menjadi nilai jual signifikan. Musisi Sammy Simorangkir, misalnya, menyoroti bagaimana naskah film ini berhasil menangkap humor khas suku di Sumatera Utara secara akurat. Tak hanya dari segi penceritaan, nuansa Batak yang kental juga diperkuat melalui departemen musik.
*Kolaborasi dengan Viky Sianipar*
Im-a-gin-e tampak tidak main-main dalam menggarap aspek audio. Mereka menggandeng komposer Viky Sianipar—yang sebelumnya sukses meraih nominasi FFI 2022 lewat Ngeri-Ngeri Sedap—untuk menggarap lagu tema orisinal berjudul “Borhat Ahu”.
Viky menghadirkan aransemen yang diklaim hangat dan emosional guna membungkus pesan tentang makna keluarga dalam film tersebut.
*Rekam Jejak Produksi*
Sejak berdiri pada 2013, Im-a-gin-e memang dikenal konsisten dalam memproduksi konten dengan karakter yang kuat. Lewat Mertua Ngeri Kali, rumah produksi ini kembali mencoba menjembatani kreativitas lokal dengan standar penceritaan sinematik yang emosional.
”Bunda Corla kayak nggak akting! Emang dia apa adanya,” tulis ulasan dari Tiba-Tiba Sinema, merujuk pada performa natural sang pesohor internet tersebut yang menjadi penggerak utama kekacauan dan tawa dalam film ini.



