Luna Maya Kembali Tanpa Sundel Bolong di ‘Suzzanna: SANTET Dosa Di Atas Dosa
Jakarta, Soraya Intercine Films resmi merilis teaser trailer kedua untuk proyek horor teranyar mereka, SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026 ini menjanjikan arah baru dalam semesta (universe) Suzzanna yang sebelumnya identik dengan sosok hantu ikonik.
Berbeda dari dua pendahulunya—Bernapas dalam Kubur (2018) dan Malam Jumat Kliwon (2023)—Luna Maya mengungkapkan bahwa karakter Suzzanna kali ini tidak muncul dalam wujud Sundel Bolong. Fokus cerita bergeser pada perjalanan psikologis seorang manusia yang terdesak oleh ketidakadilan.
”Ini adalah pertama kalinya universe Suzzanna yang diambil bukan yang menjadi Sundel Bolong,” ujar Luna Maya dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa karakter Suzzanna di film ini digambarkan sebagai manusia yang mengalami kepedihan mendalam hingga terpaksa mengambil keputusan gelap yang mengubah hidupnya.
*Eksperimen Visual Azhar Kinoi Lubis*
Sutradara Azhar Kinoi Lubis nampaknya ingin membawa skala produksi horor ke level yang lebih megah. Dalam cuplikan terbaru, terlihat adegan-adegan yang jarang ditemukan dalam film horor domestik konvensional, mulai dari ledakan besar hingga keterlibatan ratusan pemeran tambahan (extras).
Kinoi mengakui bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menggarap film horor yang memadukan banyak karakter dengan elemen aksi. “Tujuannya bukan hanya storytelling yang kuat, tapi secara visual dan adegan memiliki kekuatan yang besar,” tuturnya.
Reza Rahadian, yang kembali bersanding dengan Luna Maya, menyebut proyek ini sebagai sesuatu yang epik. Ia menyoroti proses transformasi Luna melalui make-up yang memakan waktu panjang serta energi luar biasa yang dicurahkan dalam produksi ini.
*Punggawa di Balik Layar*
Film ini merupakan kolaborasi antara Soraya Intercine Films, Legacy Pictures, dan Navvaros. Naskahnya dikerjakan oleh tim penulis yang terdiri dari:
– Jujur Prananto
– Sunil Soraya (sekaligus sebagai Produser)
– Ferry Lesmana
Selain duet Luna dan Reza, deretan aktor kawakan turut memperkuat jajaran pemain, di antaranya Djenar Maesa Ayu, Clift Sangra, Yatti Surachman, hingga komedian Aziz Gagap dan Ence Bagus.
*Menjaga Tradisi Box Office*
Langkah Soraya untuk terus mengeksplorasi merek “Suzzanna” bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan produksi:
– Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018): Meraih lebih dari 3 juta penonton.
– Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023): Meraih lebih dari 2 juta penonton.
Dengan latar cerita era 1980-an, SANTET Dosa Di Atas Dosa diharapkan mampu melampaui capaian pendahulunya saat mendarat di jaringan bioskop tanah air tahun depan.



