HankamNews

Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Laksanakan Pemusnahan Barang Rampasan Perkara Pidana Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap (Inkracht)

FAJAR METRO –  Bertempat di Lapangan Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Jalan Sungai Landak No. 7, Cilincing, Jakarta Utara, telah dilaksanakan kegiatan pemusnahan barang rampasan perkara pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht), Selasa (11/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., selaku Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, dengan Fajar Hidayat, S.H., M.H., Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) sebagai penanggung jawab teknis pelaksanaan.

Kegiatan pemusnahan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan persiapan dan pengecekan oleh panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Korps Adhyaksa, pembacaan doa, serta sambutan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan dan Berita Acara Serah Terima Barang Rampasan, sesi foto bersama, serta konferensi pers dengan media. Setelah itu, dilaksanakan pemusnahan barang rampasan secara simbolis dan menyeluruh, dan kegiatan diakhiri dengan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, dan selesai pada pukul 10.50 WIB.

Kegiatan pemusnahan ini dilaksanakan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam pengelolaan barang rampasan perkara pidana, sekaligus memastikan bahwa seluruh barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap tidak memiliki nilai guna dan tidak dapat disalahgunakan.

Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dalam melaksanakan tugas dan wewenang penegakan hukum, serta memastikan seluruh barang rampasan hasil perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap dimusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna mencegah penyalahgunaan dan menjaga akuntabilitas pengelolaan barang bukti.

Barang rampasan yang dimusnahkan merupakan hasil perkara pidana dari bulan Juli 2024 hingga Oktober 2025, sebanyak 558 perkara, dengan rincian sebagai berikut:

a. Perkara Narkotika (558 perkara)
Shabu-shabu seberat 3.712,6855 gram senilai kurang lebih Rp 5.569.028.250,-
Ekstasi sebanyak 923 butir atau setara 369,2845 gram dengan nilai kurang lebih Rp 461.500.000,-
Daun ganja kering seberat 9.233,1237 gram senilai kurang lebih Rp 46.165.618,-
Bong atau alat hisap narkotika sebanyak 80 buah
Papir atau kertas linting sebanyak 3 lembar
Korek api sebanyak 22 buah
Timbangan digital sebanyak 48 buah
Handphone sebanyak 128 unit yang digunakan dalam transaksi peredaran narkoba
Senjata tajam sebanyak 56 buah

b. Perkara Pemalsuan Dokumen (22 perkara)
Ijazah palsu sebanyak 25 lembar
Stempel instansi palsu sebanyak 7 buah
Stiker logo instansi sebanyak 4 lembar
Bolpoin sebanyak 4 buah
Lem sebanyak 2 buah
Gunting sebanyak 2 buah
Cutter sebanyak 2 buah
Amplop sebanyak 11 buah
KTP palsu sebanyak 3 buah
Kertas polos sebanyak 3 bandel
Penggaris sebanyak 2 buah
Materai palsu sebanyak 10 lembar

c. Perkara Pencabulan, Pencurian, Penipuan, dan Perjudian (198 perkara)
Kotak handphone, pakaian, tas, celana, dan barang pribadi lainnya dari berbagai kasus kejahatan umum

d. Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (1 perkara)
Barang bukti berupa 1 potong baju korban

e. Perkara Cipta Kerja dan Migas (7 perkara)
Gas portable sebanyak 356 buah
Regulator gas sebanyak 4 buah
Tutup gas sebanyak 2 plastik
Toples sebanyak 2 buah
Kanebo sebanyak 1 buah
Cutter sebanyak 1 buah
Gunting sebanyak 1 buah
Karet pengaman gas sebanyak 1 plastik
Bubble wrap sebanyak 3 buah

f. Perkara Perlindungan Anak (42 perkara)
Baju dan celana anak-anak sebanyak 25 stel

g. Perkara Terorisme (25 perkara)
Banner sebanyak 3 buah
Jaket sebanyak 3 buah
Rompi sebanyak 5 buah
Kaos sebanyak 30 potong
Baju sebanyak 6 potong
Kertas dokumen sebanyak 1 bundel
Amplop sebanyak 8 buah
Kompas sebanyak 1 buah
Kotak amal sebanyak 10 buah
Teropong sebanyak 1 buah
Handy talky (HT) sebanyak 3 unit
Spanduk sebanyak 1 buah
Tas sebanyak 1 buah
Samsak sebanyak 1 buah
Surat sebanyak 2 lembar

Dokumen tambahan sebanyak 1 bendel
Total estimasi nilai barang bukti yang dimusnahkan sebesar kurang lebih Rp 6.076.693.868,-
(Enam Miliar Tujuh Puluh Enam Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah).
(yp/hms)