Hankam

Dua Kerangka Hangus Ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Diduga Terkait Kasus Orang Hilang Pascademo

FAJAR METRO – Penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus di Gedung Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, kembali membuka luka lama atas kasus orang hilang pascademonstrasi ricuh di depan Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kwitang, pada 2 September 2025.

Dilansir dari indonews.id penemuan ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kerangka tersebut mungkin milik dua orang yang hingga kini masih hilang, yakni Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo. Keduanya terakhir terlihat saat mengikuti aksi unjuk rasa pada penghujung Agustus lalu.

Kepolisian telah mengirim dua kerangka tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Sampel DNA dari keluarga Farhan dan Reno juga telah diambil untuk dibandingkan dengan DNA kedua kerangka.

“Kami masih menunggu hasil dari tim kedokteran forensik RS Polri,”
ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Jumat (31/10/2025).

Menurut Susatyo, laporan penemuan kerangka diterima dari tim teknis gedung ACC yang sedang memeriksa konstruksi bangunan untuk keperluan renovasi. Kerangka ditemukan tertimbun di plafon gedung yang terbakar saat kerusuhan terjadi.

“Kondisi hangus terbakar, sudah tidak dikenali bentuknya,”
kata Susatyo.

Kepala Rumah Sakit Polri, Brigadir Jenderal dr. Prima Heru Y., juga membenarkan adanya pengiriman jenazah dari Polsek Senen.

“Betul, dari Polsek Senen. Jenazah dalam bentuk kerangka,”
ujarnya melalui pesan singkat.

Hingga awal Oktober, Polda Metro Jaya masih menyatakan dua orang, Farhan dan Reno, belum ditemukan. “Mohon waktu dan mohon doanya dari seluruh masyarakat. Tim gabungan masih bekerja,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Ade Ary Syam Indradi, Kamis (9/10/2025).

Ia mengimbau masyarakat agar segera menghubungi polisi jika memiliki informasi terkait keberadaan keduanya melalui call center 110 atau posko orang hilang.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat sebanyak 44 laporan orang hilang pascademonstrasi yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, dan Karawang.

Dari jumlah itu, 33 orang dikategorikan sebagai korban penghilangan paksa oleh aparat, sementara 8 orang lainnya hilang karena miskomunikasi atau kesalahpahaman. Per 10 September, 41 orang telah ditemukan, sementara 3 orang masih hilang: Farhan, Reno, dan Bima Permana Putra.

Namun, pada 17 September lalu, polisi mengonfirmasi bahwa Bima telah ditemukan di Kota Malang, Jawa Timur, sedang berjualan mainan barongsai di sekitar Klenteng Eng Ang Kiong.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra sempat menyampaikan bahwa keberadaan dua orang yang hilang itu telah mulai terlacak.

“Kami sudah ada tanda-tandanya, kami bisa tahu di mana orangnya, tapi lebih baik belum kami ungkapkan,”
kata Yusril dalam konferensi pers, Jumat (26/9/2025).

Meski begitu, Yusril menegaskan bahwa keduanya kemungkinan tidak terlibat langsung dalam aksi demonstrasi. “Kemungkinan juga tidak terlibat langsung dengan demo yang terjadi kemarin,” tambahnya.

Pantauan Tempo, Jumat (31/10), menunjukkan gedung ACC Kwitang masih dalam kondisi rusak parah dan belum dibenahi. Gerbang utama tertutup rapat dari dua sisi, tanpa terlihat adanya garis polisi. Wartawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung.

Kini, publik menanti hasil uji DNA dari RS Polri yang diharapkan dapat menjawab teka-teki dua kerangka hangus itu — apakah benar milik Farhan dan Reno, dua nama yang menjadi simbol pencarian keadilan pascakerusuhan Kwitang.(AD/IN)