Pembangunan Saluran Air Metode Jacking di Jalan DI Panjaitan Capai 11 Persen
FAJAR METRO – Pembangunan saluran air metode jacking sepanjang 480 meter di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur saat ini sudah mencapai 11 persen. Proyek pembangunan saluran dimulai sejak Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada April 2026 mendatang.
Kepala Seksi Pembangunan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri, mengatakan pembuatan saluran air metode jacking lengkap dengan rumah pompa di Jalan DI Panjaitan ini untuk mengatasi genangan yang biasa terjadi saat hujan deras di kawasan tersebut. Diketahui genangan biasanya mencapai 80 sentimeter.
Menurutnya, saat ini pipa jacking yang sudah masuk ada dua buah berdiameter 1800mm atau 1,8 meter. Sedangkan galian yang sudah terbuka ada tiga pit dari total target delapan pit, dan sudah dilakukan pembongkaran rumah pompa existing dan galian test pit pada area rumah pompa.
Kendala yang dihadapi di lapangan adalah, ditemukan banyak jaringan utilitas seperti pipa gas, PLN dan utilitas lainnya sehingga pengeboran yang semula dilakukan di sisi kiri jalan maka dialihkan ke kanan jalan atau pada lajur koridor bus Transjakarta.
“Semoga kendala banyaknya utilitas itu dapat segera terselesaikan,” kata Tengku Saugi.
Dalam proyek tersebut pihaknya juga membuat rumah pompa ini nantinya akan dilengkapi dengan pompa berkapasitas 500 liter per detik sebanyak dua buah dan dilengkapi sistem scada.
“Harapan selesainya pembangunan saluran air metode jacking ini, permasalahan banjir khususnya di Jalan D.I. Panjaitan dapat teratasi,” imbuh Saugi.
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau pada para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan saluran air demi keamanan dan keselamatan pengendara itu sendiri. Diharapkan kemacetan lalu lintas juga tidak akan terjadi yang terlalu signifikan lantaran masih ada tiga lajur yang bisa dilintasi kendaraan.
“Kami mohon maaf kepada para pengendara atas kemacetan lalu yang terjadi selama proses pembangunan. Namun berharap tiga jalur reguler yang ada dapat digunakan maksimal sehingga dapat mengatasi kemacetan lalu lintas,” imbuhnya. (AD/JS)



