Kesehatan

Kabupaten Kepulauan Seribu Mendorong Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih

FAJAR METRO – Kabupaten Kepulauan Seribu berkomtimen mendorong pemenuhan air bersih, yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menurut Asisten Admnistrasi Perekonomian dan Pembangunan (Asminekbang) Kabupaten Kepulauan Seribu, Iwan P. Samosir, potensi besar Kepulauan Seribu perlu dikelola secara serius agar menjadi destinasi wisata global sekaligus penggerak ekonomi biru bagi DKI Jakarta dan nasional, termasuk dalam pemenuhan air bersih.

“Sumber air bersih di Kepulauan Seribu berasal dari dua sistem, yakni air yang disalurkan oleh PAM Jaya dan pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi. Namun, produksi dari kedua sumber tersebut masih belum mencukupi kebutuhan warga. Kendalanya mulai dari pengelolaan aset, perawatan instalasi, hingga koordinasi lintas instansi,” kata Iwan, Jumat (10/10/2025).

Iwan menegaskan, kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah, BUMD, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama mewujudkan hal tersebut.

“Dengan dukungan media dan kolaborasi antar instansi, kita ingin Kepulauan Seribu bukan hanya dikenal karena keindahan lautnya, tapi juga karena tata kelola yang maju, ekonomi biru yang kuat, dan pelayanan publik yang merata,” harap Iwan.

Sementara itu, Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan menyampaikan, pihaknya terus berupaya memperluas pelayanan air bersih di Kepulauan Seribu. Saat ini, PAM Jaya telah melayani sekitar 4.397 rumah pelanggan dengan kapasitas produksi mencapai 18,5 liter per detik.

Namun, Syahrul mengakui, pengelolaan air bersih di pulau memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah darat. Kondisi lingkungan laut menyebabkan peralatan cepat mengalami korosi, dan beberapa komponen penting tidak tersedia di dalam negeri.

“Ada alat khusus bernama high pressure pump yang hanya diproduksi di Denmark. Ketika alat ini rusak, perbaikan bisa makan waktu lama karena sulitnya impor dan kondisi geografis yang menantang,” jelasnya.

Syahrul mengaku, selama ini pembangunan infrastruktur air bersih di Kepulauan Seribu dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA), sehingga status aset berada di bawah Pemerintah Daerah. Hal ini sempat menjadi kendala bagi PAM Jaya dalam melakukan investasi lanjutan.

“Tapi Alhamdulillah, dua bulan lalu asetnya sudah resmi diserahkan dari Dinas SDA kepada PAM Jaya. Sekarang kami sedang menyiapkan investasi sekitar Rp 50 miliar untuk perbaikan dan optimalisasi layanan tahun depan,” ungkapnya.

Syahrul menambahkan, investasi tersebut akan difokuskan pada penguatan sistem distribusi air, perbaikan instalasi di pulau-pulau besar seperti Pramuka, Kelapa, dan Panggang, serta pengembangan fasilitas pengolahan air laut berbasis teknologi ramah lingkungan.(RA)