PMI DKI Berikan Penghargaan Donor Darah Sukarela

PMI DKI Jakarta memberikan penghargaan bagi 160 pendonor darah yang telah lebih dari 50 kali menyumbangkan darahnya. Pemberian piagam penghargaan ini dilangsungkan di Lantai Lima Aula Gedung PMI DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya Nomor 47, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta, Niken Ritchie mengatakan, penghargaan ini diberikan atas dukungan Pemprov DKI Jakarta dan bentuk apresiasi PMI DKI Jakarta kepada masyarakat yang telah mendonorkan darahnya tanpa pamrih.

“Para pendonor kali ini mendapatkan sertifikat sekaligus piagam berbentuk emas batangan seberat 0,5 gram,” ujar Niken, Sabtu (30/10).

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi menuturkan, tujuan digelarnya kegiatan ini untuk mengakui para pendonor darah sebagai pahlawan kemanusiaan serta mempromosikan contoh yang mereka cerminkan kepada warga DKI Jakarta. Menurutnya, DKI Jakarta membutuhkan 1.000 hingga 1.200 kantong darah per hari, di mana PMI DKI Jakarta melayani lebih dari 400 rumah sakit wilayah DKI dan sekitarnya.

“Nanti setelah ini akan ada penghargaan ke-75, 100, hingga 150 kali. Diharapkan, kampanye ini menjadi contoh untuk dapat menggerakkan orang mendonorkan darahnya setiap dua bulan sekali,” katanya.

Para pendonor darah ini umumnya tak mengetahui penerima donor darahnya dan juga tak menerima imbalan dalam bentuk apa pun. Promosi ini dipandang penting untuk menularkan semangat kemanusiaan kepada warga lainnya di ibu kota.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sulung Mulia Putra mendukung pemberian penghargaan ini. Terlebih acara ini juga dilangsungkan dengan protokol kesehatan ketat seperti wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Ketika awal-awal pandemi, kondisi kantong darah sempat menurun. Tapi sekarang dengan berbagai program dan kolaborasi yang dijalankan PMI, Alhamdulillah ketersediaan stok darah kembali normal. Manfaat donor darah ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh,” ucapnya.

Budi Tjahyono (68), warga Jakarta Barat sebagai salah satu penerima penghargaan yang telah lebih dari 50 kali mendonorkan darahnya mengaku senang dan bersyukur. Menurutnya, penghargaan yang diterimanya itu akan dijadikan kenang-kenangan dan bukti bagi anak dan cucunya.

“Saya kali pertama mendonorkan darah pada tahun 1982 saat membuat SIM di mana saat itu untuk pembuatan SIM mensyaratkan mengikuti donor darah. Alhamdulillah hingga kini tercatat saya sudah 104 kali mengikuti donor darah,” tuturnya.

Ia mengaku dengan mengikuti donor darah secara rutin dapat lebih menyehatkan tubuhnya sekaligus bisa membantu sesama.