Menteri Trenggono Dorong Lulusan Satuan Pendidikan KP jadi Entrepreneur Andal

JAKARTA, Lulusan satuan pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merupakan tonggak pembangunan bangsa dan negara pada sektor kelautan dan perikanan, karenanya KKP berkomitmen penuh menghasilkan SDM yang memiliki kemampuan, mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mampu menjawab tantangan yang sangat dinamis, dan menjadi entrepreneur sukses.

“Lulusan satuan pendidikan tinggi KKP memiliki ruang yang tidak terbatas dalam berkarya. Kalian diberikan pembelajaran dengan pola pendidikan vokasi berbasis teaching factory, yang dibekali 30 persen teori dan 70 persen praktik, serta pendidikan mental, karakter dan kedisiplinan ala militer. Untuk itu, Anda harus menjadi pemimpin-pemimpin utama di masanya, yang mengisi seluruh peluang usaha di sektor kelautan dan perikanan,” ucap Menteri Trenggono.

Sebagaimana diketahui, pergerakan pasar produk perikanan dunia yang mencapai USD162,7 miliar, sementara Indonesia baru mengambil 3,3 persennya di dalamnya. Pihaknya pun berharap, lulusan satuan pendidikan tinggi KKP dapat menguasai dari hulu ke hilir produk-produk unggulan, seperti udang, kepiting, rumput laut, dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Trenggono, saat menerima 58 lulusan terbaik dan teladan, dari 11 satuan pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, pada ‘Audiensi Menteri Kelautan dan Perikanan, Bersama Lulusan Terbaik Satuan Pendidikan Tinggi Lingkup KKP Tahun 2021’, di kantor KKP siang tadi (30/8/2021). Sebelumnya, pada 25 Agustus 2021, Menteri Trenggono telah mewisuda sebanyak 1.210 orang, yang meliputi Magister Sains Terapan (S2) sebanyak 26 orang, Program Diploma IV sebanyak 387 orang, Program Diploma III sebanyak 749 orang, dan Program Diploma I sebanyak 48 orang.

“Saat ini kita juga telah tergabung dalam jaringan besar laba-laba digital, tidak ada satupun orang yang tidak memiliki device. Kita sudah saling terkoneksi. Kalian adalah generasi muda yang memiliki keunggulan dibanding sekolah umum biasa, karena kalian dapat langsung eksis dalam dunia kerja dan menjadi enterpreneur,” terangnya.

Sebagai aset bangsa, Menteri Trenggono pun meminta kepada Eselon 1 KKP terkait untuk dapat mewadahi, memberikan dukungan serta pembinaan, baik itu terkait modal serta peluang kepada seluruh lulusan terbaik satuan pendidikan kelautan dan perikanan.

“Anda harus dapat sukses di bidang fundamental. Dengan contoh produk-produk yang telah diciptakan lulusan kita, saya minta kepada Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) untuk dapat meneliti komposisi serta kemanfaatannya untuk masyarakat, agar produk tersebut memiliki nilai bisnis yang tinggi sehingga dapat terus ditekuni dan dikembangkan,” papar Menteri Trenggono.

“Di samping itu, saya juga meminta kepada Dirjen Perikanan Tangkap, Dirjen Budidaya, serta Dirjen Penguatan Daya Saing untuk dapat memberikan ruang di tahun 2022 kepada lulusan terbaik satuan pendidikan tinggi kelautan dan perikanan, dengan mengisi kebutuhan pada remote-remote area, dalam mewujudkan program prioritas KKP,” lanjutnya.

Di bidang permodalan, Menteri Trenggono juga menyampaikan bahwa KKP memiliki Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) ataupun melalui Kredit Usaha Rakya (KUR), agar produk enterpreneur satuan pendidikan kelautan dan perikanan dapat berkembang menjadi produk komersial.

“Dalam 10 tahun yang akan datang, Anda akan menjadi entrepreneur sektor kelautan dan perikanan yang sukses, yang tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga ASEAN, hingga internasional. Karena Anda dididik bukan untuk menjadi pegawai, tapi menjadi enterpreneur yang bisa membuka lapangan pekerjaan,” tegas Menteri Trenggono.

Disampaikan oleh Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, bahwa saat ini KKP memiliki 23 satuan pendidikan, yang terdiri dari 14 satuan pendidikan tinggi dan 9 pendidikan menengah, di mana 10 persen lulusannya saat ini didorong untuk menjadi enterpreneur. KKP melalui BRSDM juga terus meningkatkan akses dan alokasi pendidikan bagi anak nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam. Saat ini minimal sebanyak 50 persen dari total jumlah peserta didik merupakan anak pelaku usaha kelautan dan perikanan.

“Jumlah lulusan pendidikan kelautan dan perikanan sejak berdiri sampai sekarang sebanyak 50.973 orang. Jumlah lulusan pendidikan tinggi dan menengah pada tahun akademik 2020-2021 mencapai 2.445 orang. Serapan wirausaha kelautan dan perikanan tahun 2020 sebanyak 214 orang atau 8,4 persen dari target 5 persen, di tahun 2021 kami menargetkan serapan wirausaha sampai dengan bulan Desember, sebanyak 245 orang atau sebesar 10 persen dari total lulusan. Kami berharap, semangat dari Menteri Trenggono dapat menjadi pacuan kesuksesan lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan,” harap Kusdiantoro.