Paparan Publik PT Samudera Indonesia Isyaratkan Peningkatan Kinerja

Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia optimistis bakal menutup tahun 2021 dengan kinerja yang apik. “Kami memang tidak menyebutkan angka pastinya untuk 2021, tapi jauh lebih baik dari tahun 2020,” kata Bani dalam paparan publik SMDR yang diselenggarakan pada Senin (30/8).

Dikatakan Sampai pertengahan tahun ini SMDR sudah mengantongi pendapatan sebesar US$ 274,08 juta atau meningkat 10,67% dari pendapatan pada periode sama tahun lalu senilai US$ 247,65 juta.

Dilansir dari Kontan.co.id, Meningkatnya pendapatan tersebut juga berhasil mengerek laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar US$ 23,63 juta, padahal pada paruh pertama tahun lalu laba bersih emiten ini hanya US$ 4,92 juta.

Kinerja yang ciamik ini juga terus berlanjut, hingga Juli tahun ini. Samudera Indonesia telah mencatatkan pendapatan sebesar US$ 325,5 juta per Juli 2021 atau naik 14% dari periode sama tahun lalu, dengan diikuti melesatnya laba bersih 602% menjadi US$ 32,9 juta.

Tahun lalu Samudera Indonesia memperoleh pendapatan sebesar US$ 490,84 juta atau naik 12% dari tahun 2019.

kenaikan kinerja SMDR ini sejalan dengan volume angkut dan permintaan yang terus meningkat, terutama untuk transportasi peti kemas seiring dengan mulai pulihnya kondisi perekonomian.

Guna memenuhi permintaan yang meningkat ini, Bani menyebut, Samudera Indonesia berencana menambah beberapa armada baru. SMDR telah menandatangani pemesanan 2 kapal peti kemas baru dengan ukuran 1.900 TEUs pada Mei 2021.

Menurutnya, kapal peti kemas ini lebih efisien dan juga cocok dengan kegiatan operasional SMDR. “Ini generasi baru, dengan teknologi dan desain yang baru, desain ini sudah terbukti dan sudah kami gunakan dan operasikan pada tahun lalu,” tambahnya.

Bani menambahkan, secara total perusahaan pelayaran ini berencana menambah 6 unit peti kemas baru dengan ukuran 1.900 TEUs hingga 2.000 TEUs. Saat ini SMDR masih dalam tahap negosiasi pemesanan kapal tersebut dan ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2022 hingga 2024. Adapun untuk satu armada nilai investasinya sebesar US$ 40 juta- US$ 50 juta.

Tak hanya menambah kapal peti kemas, Samudera Indonesia pun bakal melakukan penambahan armada kapal curah berupa post panama bulk carrier dengan ukuran 91.000 DWT. Bani bilang, pihaknya sudah merampungkan transaksi pembelian kapal ini dengan harga US$ 13 juta. Armada anyar ini sudah bisa beroperasi pada minggu pertama September 2021.

Berikutnya, Samudera Indonesia tengah mengikuti tender pengadaan 2 kapal curah cair dengan ukuran 22.000 CBM. “Investment value sebesar US$ 60 juta per kapal, dan apabila tender ini didapatkan maka akan ditargetkan beroperasi pada Desember 2023,” kata Banu.

Terakhir, SMDR juga dalam tahap negosiasi penambahan armada chemical tanker sekitar 1 hingga 3 unit dengan ukuran yang bervariasi yakni sekitar 9.000 hingga 19.000 DWT. Adapun nilai invetasi yang dianggarkan sebesar US$ 10 juta-US$ 12 juta per kapal. Adapun target pengiriman armada baru tersebut pada kuartal terakhir tahun 2021 sampai kuartal pertama tahun depan.

Untuk itu, Samudera Indonesia mengejar beberapa kontrak-kontrak anyar untuk jangka panjang. Ia bilang sejauh ini kontrak-kontrak jangka panjang berkontribusi positif untuk SMDR. Sayangnya, ia tidak dapat merinci perolehan kontrak yang sudah diperoleh.

Melihat permintaan yang terus meningkat dan diiringi dengan upaya penambahan armada baru tersebut, Bani optimistis pendapatan SMDR bisa menembus USS 500 juta pada 2021.

Sumber : investasi.kontan.co.id/paparan publik PT SMDR