Ini Kronologis Terbunuhnya WNA di Apartemen AKR Gallery West Kebon Jeruk Versi Pengacara Tersangka Shark

 

 

Ronny Perdana Manullang SH dan Arief Darmawan SH, kuasa hukum dari Jd alias Shark (22) dalam kasus terbunuhnya seorang warga negara asing (WNA) asal Ghana bernama Obinna Michael Anijah (24) di apartemen AKR Gallery West  Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyampaikan bahwa hal itu terjadi akibat perkelahian.

“Klien kami, ketika kami introgasi, mengakui bahwa apa yang terjadi hingga korban (Obinna ) meninggal akibat perkelahian. Karena sebelumnya terjadi cekcok mulut dan adu jotos, antara klien kami dan korban”, Ungkap Ronny Perdana Manullang SH selaku kuasa hukum tersangka dalam konferensi Pers di Kota Bekasi, Rabu malam (28/10/20).

 

 

Dikatakan bahwa antara korban dan pelaku serta beberapa saksi tengah main game PS di kamar milik saksi dengan bertaruh dalam jumlah tertentu. Tetapi setelah klien kami menang, lanjut Ronny korban tidak mau membayar taruhan, hingga terjadi cekcok sampai ribut dan terjadi perkelahian.

Menurut Ronny, kliennya mengakui bahwa sebelum terjadi peristiwa perkelahian hingga berakibat korban jiwa diantara mereka sudah minum alkohol atau Miras. Namun demikian Ronny tidak bisa memastikan apakah saat kejadian kliennya dalam kondisi dipengaruhi alkohol atau sadar.

 

 

“Itu pengakuan klien kepada kami, saat kami interogasi. Bahkan setelah terjadi perkelahian tersebut, klien kami mengakui menyesal sehingga langsung menuju Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Tapi di Polda Metro Jaya diminta langsung ke Polres Jakarta Barat.

” Jadi tidak benar bahwa klien kami sempat melarikan diri,” Jelas Ronny.

Dia menegaskan bahwa sebagai Pengacara hanya menjalankan fungsi dalam mengawal pengakuan kliennya dan tidak pernah membenarkan apa yang dilakukan tersebut. Namun demikian sebagai kuasa hukum tersangka tugasnya hanya meluruskan kejadian sebenarnya sesuai pengakuan klien. Sehingga hukum bisa berkeadilan sesuai harapan semua.

“Kami selaku kuasa hukum terus berkoordinasi. Dan akan terus mengawal keterangan dari klien dalam persidangan. Nanti jadwalnya pada Jumat ini  (30/10) akan ada rekonstruksi, begitupun saksi sudah dilakukan pemeriksaan,”tandas Pengacara dari Law firm ARS & Associates tersebut.

Arief Darmawan SH, kuasa Hukum JD, menambahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf baik pada keluarga korban dan lingkungan apartemen atas apa yang terjadi. Arief memastikan bahwa klien mereka siap bertanggungjawab atas perbuatannya.

Dia menambahkan bahwa antara kliennya dan korban sama-sama warga negara asing (WNA). Seperti JD alias SK merupakan warga negara Gambia wilayah Afrika Barat. Sedangkan korbannya warga Nigeria.

 

 

“Klien kami sudah lama di Indonesia, izin keimigrasian semua lengkap dan JD memiliki profesi sebagai pebisnis di Indonesia,” tambah Ronny.

Harapan kami sebagai kuasa hukum, semoga perkara ini berjalan dengan lancar, hukum tetap ditegakan dan baik korban maupun tersangka mendapat keadilan yang setimpal “. Tutup Ronny Perdana Manullang, S.H.

Leave a Reply

Your email address will not be published.