Mahasiswa Bahas System Penanganan Dan Problematika COVID-19 Dari Perspektif Hukum Islam Dan Medis

 

Dalam rangka menuju kepastian hukum terhadap segala suatu yang menimpa umat islam terkait System Penanganan Problematika COVID-19 di Indonesia, Sejumlah Mahasiswa adakan Seminar Nasional (Online) dengan tema “System Penanganan Problematika COVID-19 Perspektif Hukum Islam dan Medis”.

Acara Seminar Nasional (Online) tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Institut Agama Islam Negeri (HM PSHK IAIN) Palopo – Sulawesi Selatan (23/04/2020) dengan menggunakan Sytem online, yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Islam / Umum di Indonesia.

Masing masing mahasiswa Perguruan Tinggi Islam / Umum asal Mahasiswa yang mengikuti Acara Seminar Nasional tersebut adalah IAIN Palopo, UIN Alauddin Makasar, Universitas Hasanuddin, Universitas Darussalam (UNIDA) – Gontor- Ponorogo – Jawa Timur, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Gajah Mada – Yokyakarta, Universitas Lakidende, IAIN Bone, SETAI Duta Bangsa Bekasi – Jawa Barat, STIT Hidayatullah – Batam – Kepulauan Riau, UNCP, IAIN Madura, ULM, IAIN Pare Pare, dan STAI DR  Khez Muttaqien Purwakarta – Jawa Barat, IAIN Metro – Lampung

Dalam pelaksanaan Acara Seminar Nasional (Online) tersebut telah terbentuk susunan  kepanitiaan yang masing – masing adalah, Ketua – Bayu Hendra, Sekretaris – Sri Wahyuni dan Bendahara – Ega Alfiana F serta Moderator – Syadad Ghandy.

Sebagai Pemateri dalam Acara Seminar Nasional (Online) tersebut adalah Fachruddin selaku Ketua Umum Presidium Indonesia (Ketum PI) – Jakarta

Kepada sejumlah Wartawan melalui Jaring komunikasi Celluler, Ketua Panitia (Bayu Hendra) menyampaikan bahwa terlaksananya acara ini berkat kerja sama semua pihak, yang dalam yang dalam prosesnya dilakukan sepenuhnya oleh Panitia.

“Acara Seminar Nasional (Online) ini diadakan dengan tujuan untuk menambah dan memperluas cakrawala berpikir bagi kalangan mahasiswa secara menyeluruh khususnya yang aktif dalam studi hukum, selain itu untuk mengisi kekosongan waktu selama berada di rumah” kata Bayu Hendra.

“Untuk Tema dan Pemateri yang telah ditetapkan itu semua benar benar hasil sepakat semua panitia” katanya.

“Untuk Tema yang kita angkat memang sesuai dengan situasi dan kondisi apa yang sedang terjadi dan di hadapi oleh seluruh unsur lapisan di Indonesia, dengan harapan bisa tercipta suatu solusi yang tepat” lanjutnya.

“Sedangkan Pemateri itu juga bukan asal pilih akan tetapi benar benar hasil verifikasi secara administrasi dan factual, kebetulan yang pas dan sangat tepat untuk pemateri dalam Seminar Nasional (Online) adalah Fachruddin yang dianggap mampu menciptakan suatu solusi untuk bangsa dan Negara.

“Fachruddin adalah Ketua Umum Presidium Indonesia (Ketum PI) sealigus sebagai Ketua Umum Presidium Pancasila (Ketum PP) yang masing masing domisili hukum di Jakarta. Berdasarkan keterangan yang telah tergabung di dalam PI adalah 20 Badan Hukum se-class nasional yang terdiri dari Yayasan, LSM, Ormas, Perkumpulan dan lain lain. Begitu juga PP yang telah tergabung di dalamnya juga 20 Badan Hukum se-class nasional yang sama, dengan demikian tentu saja selain tentang keilmuan, Fachruddin juga memiliki kemampuan dalam segala bidang yang tentu bisa dinyatakan telah teruji” ujarnya.

Menyikapi pernyataan sikap yang disampaikan oleh Bayu Hendra maka Sekretaris Panitia – Sri Wahyuni sangat membenarkan, karena semua yang telah diprogramkan dalam acara seminar nasional tersebut berdasarkan sepakat sejumlah anggota panitia.

“Saya si sangat sependapat segala kebijakan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Seminar Nasional – Bayu Hendra, karena selain semua program ditetapkan berdasarkan sepakat saya juga percaca atas segala kemampuan dan kinerjanya” kata Wahyuni.

“Sebagai Sekretaris Paniti yang bertugas sebagai kendali managemen maka saya tetap komitmen untuk menjalankan tugas sesuai fungsi saya” katanya.

Ega Alfiana F yang ditetapkan sebagai Bendahara Panitia pun tidak kalah penting ikut angkat bicara, Ia mengatakan bahwa semua pekerjaan akan tuntas bila masing masing bekerja sesuai fungsi yang ditetapkan.

“yang penting organisasi dalam bentuk apapun bila masing masing yang terkait dalam organisasi tersebut bisa jalankan tugas sesuai fungsi maka semua program yang telah dicanangkan pasti berjalan setabil tanpa suatu hambatan” kata Ega.

Leave a Reply

Your email address will not be published.