Bareskrim Polri Ungkap Pinjol Ilegal dan Sita Barang Bukti Berupa Uang Senilai 20,4 Milyar

Jakarta, Bareskrim polri dan Unit 4 subdit 5 Bareskrim Polri dan direktorat tindak pidana ekonomi khusus ungkap pinjaman online ( Pinjol ) ILegal yang meresahkan masyarakat.

Mendasari hasil penyelidikan anggota terhadap perkara pinjol terhadap korban (peminjam) yang menyebabkan mati diakibatkan gantung diri di kabupaten wonogiri.

Anggota bergerak untuk mengumpulkan informasi. Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa korban meninggal gantung diri diakibatkan telah meminjam di 23 aplikasi pinjaman online illegal salah satu diantaranya yaitu aplikasi Pinjam Saja dan fulus Rezeki yang dikelola oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi andalan bersama.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara yang ditangani oleh unit 4 subdit 5 Bareskrim memiliki kesamaan modus operandi yang dilakukan oleh KSP tersebut.

Kemudian dilakukan proses penyidikan dan pengembangan penyidikan serta ditangkap sdri Julie Sindi yang merupakan fasilitator WNA Tiongkok.

Perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol illegal, dan juga sebagai pemodal untuk mendirikan perusahaan / KSP fiktif yang diduga digunakan untuk operasional pinjol illegal.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen .Pol. Rusdi Hatono Menjelaskan: dalam hal ini berskrim polri dan direktorat tindak pidana ekonomi khusus melakukan konferensi pers yang telah di dapati.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara yang ditangani oleh unit 4 subdit 5 Bareskrim memiliki kesamaan modus operandi yang dilakukan oleh KSP tersebut.

Kemudian dilakukan proses penyidikan dan pengembangan penyidikan serta ditangkap sdri Julie Sindi yang merupakan fasilitator WNA Tiongkok.

Perekrut masyarakat untuk menjadi ketua KSP maupun direktur PT yang fiktif yang digunakan sebagai operasional pinjol illegal, dan juga sebagai pemodal untuk mendirikan perusahaan / KSP fiktif yang diduga digunakan untuk operasional pinjol illegal.

Korban menerima informasi pesan SMS di hp milik korban berupa link aplikasi “PINJAMAN NASIONAL”.

Setelah melihat informasi penawaran pinjaman online tersebut dimana tercantum penawaran bunga rendah dan tenor waktu panjang serta tidak ada pemotongan biaya,maka korban tertarik dan mendownload kemudian menginstal aplikasi tersebut untuk mendaftar sebagai peminjam dengan persyaratan memasukkan data diri, pekerjaan dan no rekening bank.

Setelah diverifikasi, korban mengajukan pinjaman senilai Rp 1.200.000,- dengan tenor 91 hari sampai 140 hari. Beberapa saat kemudian korban menerima beberapa pinjaman bervariasi antara Rp 1.200.000.

Sampai dengan Rp 1.600.000 dan tenor 7 hari tanpa adanya persetujuan dari korban serta Korban merasa kaget karena mendapatkan banyak kiriman uang.

Barang bukti yang disita polisi berupa Uang senilai Rp 20,4 Milyar.

huruf a Jo Pasal 50 dan/atau Pasal 32 ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 48 ayat (1), (2) dan (3) dan/atau Pasal 30 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 46 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (3) dan (4) dan/atau Pasal 45B Jo Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 .

Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 atau Pasal 6 atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang@Sutarno.

Untuk pengaduan ke satgas pinjol.

INSTAGRAM @satgas_pinjol_ilegal

Kontact WA.081210019202.