Dirut PT.Samudera Indonesia tbk Masli Mulya Strategi Sinergi Mengarungi Bisnis Pelayaran

Pantauan Koran Mingguan Transparan tertulis Pada Hari Jumat 24 Januari 2020, Dirut PT.Samudera Indonesia tbk Masli Mulaya Mengatakan Selama puluhan tahun PT Samudera Indonesia Tbk. agresif memacu kapal bisnisnya di jagat pelayaran Nusantara hingga meluas ke berbagai sektor penunjang lainnya. 

Dengan Jumlah armadanya pun terus membesar dari tahun ke tahun. Saat ini jumlah kapal milik perusahaan sekitar 130-an unit yang nilai investasi per unit nya antara US$ 5 juta-US$ 200 juta,“Tidak semua kapal yang dioperasikan adalah milik perusahaan, tapi ada juga yang berstatus hire purchase,

Sewa beli,” jelas Masli Mulia, Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk,di kantor pusat Gedung Samudera Indonesia, Jl. Letjen S. Parman, Kav 35, Jakarta Barat,Menengok sekilas sejarahnya, Samudera Indonesia (SI) didirikan oleh almarhum Soedarpo Sastrosatomo, pada tahun 1953 sebagai agen dari perusahaan pelayaran asing.

Seiring waktu,pada tahun 1964 Soedarpo mampu meningkatkan bisnisnya menjadi perusahaan pelayaran nasional dengan nama PT Samudera Indonesia  Hingga kemudian perusahaan melantai di bursa saham Indonesia pada tahun 1999,Sebagaimana dipaparkan Dirut Masli Mulya,

Dunia pelayaran merupakan salah satu industri yang memiliki fluktuasi bisnis yang sangat tinggi. Karena itu agar bisa berumur panjang maka para pelakunya harus memiliki stamina dan daya tahan jangka panjang,Kondisi itu pun memacu SI untuk terus agresif berinovasi dan menggandeng berbagai mitra dalam dan luar negeri .

Untuk bekerja sama dalam menggelar diversifikasi bisnis. “Kami juga menyadari semakin tua,maka kemampuan semakin berkurang,Karena itu bagaimana cara kita untuk mengisi kekurangan itu melalui sinergi dengan pihak lain Pungkas Dirut Masli Mulya dari PT.Samudera Indonesia tbk.

 Dan dia juga memaparkan berbagai langkah aliansi yang dibangun SI dengan para mitranya. Di antaranya, pada tahun 2016 perseroan mendirikan PT Samudera Agencies Indonesia (SAI) sebagai unit usaha yang fokus menangani bisnis keagenan kapal. Sebelumnya,

 Samudera Indonesia juga telah mendirikan PT Samudera Terminal Indonesia (STI) untuk mengelola bisnis pengelolaan terminal peti kemas dan kepelabuhan. Saat ini STI membawahi empat terminal yang berlokasi di Tanjung Priok dan Palaran, Kalimantan Timur.

Samudera Indonesia juga melakukan berbagai pengembangan di lini bisnis Samudera Shipping untuk pengembangan bisnis pelayaran di dalam maupun luar negeri. Untuk itu perusahaan mendirikan PT Samudera Asahi Shipping (SAS) sebagai perusahaan patungan antara Samudera Indonesia dengan Osaka Asahi Kaiun Co Ltd dan PT Jasindo Duta Segara.

Samudera Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan dengan mitra AST Inc dari Jepang untuk bersama-sama mengembangkan PT Samudera Amanah Tanker (SAT) yang merambah bisnis pelayaran gas domestik di Indonesia. Sedangkan Samudera Bharat Feeder Pvt Ltd didirikan bersama dengan United Liner Shipping Services LLP untuk menggarap pasar pelayaran domestik di pesisir India.

Pengembangan lini bisnis Samudera Logistics juga terus dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Melalui jaringan kantor perusahaan yang dimiliki di berbagai negara Asia, Samudera Logistics terus mengembangkan kerjasama penggarapan pasar logistik dengan sejumlah mitra strategis. Selain itu,

Melalui anak usaha Silkargo Logistics (Singapore) Pte Ltd, Samudera Logistics memasuki bisnis pergudangan di Malaysia dengan mendirikan Seahawk Tangguh Sdn Bhd bersama mitra Seahawk Global Land Sdn Bhd. Ranah properti pun kini dirambah melalui melalui unit usaha PT Samudera Properti Indonesia. SPI difokuskan untuk mengembangkan aset lahan dan properti milik Samudera Indonesia yang terletak di berbagai kota di Indonesia. 

Buah dari berbagai strategi tersebut, laba bersih perusahaan pada akhir 2016 melonjak hingga 51,29% dibanding 2015 atau dari USD 8,11 juta menjadi USD 12,27 juta. Adapun pada tahun 2016 silam, SI mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 9,9%, atau dari USD 451,13 juta pada tahun 2015 menjadi USD 406,44 juta di akhir tahun lalu. Selain itu per 31 Desember 2016 jumlah aset perseroan mencapai US$ 571,90 juta.

Masli memaparkan, salah satu prinsip utama yang dianut perusahaannya dalam berbisnis adalah memberikan kepuasan konsumen serta merangkulnya sebagai mitra. Pun demikian halnya dengan para pesaing yang dianggapnya sebagai rekan dalam pengembangan industri pelayaran di Indonesia.

 Selain itu dikatakan nya Kami masih terbuka dan bermitra dengan pihak lain. Saya meyakini, kita hidup tidak sendiri, tapi bekeluarga. Saya pun tidak pernah merasa menjadi yang terbaik. Karena kalau sudah merasa seperti itu, maka sudah mentok. Saya menanamkan konsep untuk menjadi lebih baik lagi papar  Dirut Masli Mulya dari PT.Samudra Indonesia tbk lewat Media.

 (y/t)

Leave a Reply

Your email address will not be published.